Berita Gianyar

Masuk Megaproyek Ulapan, Warga Payangan Gianyar Diminta Bersiap, Kandel: Kita Dorong Regulasi CSR

Kecamatan Payangan, masuk dalam program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) pariwisata selain Ubud dan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Badrun
anggota DPRD Gianyar dapil Payangan, I Nyoman Kandel meminta agar masyarakat Payangan mempersiapkan kualitas diri dalam bidang pariwisata 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kecamatan Payangan, masuk dalam program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) pariwisata selain Ubud dan Tegalalang, Kabupaten Gianyar, Bali.

Terkait hal itu, anggota DPRD Gianyar dapil Payangan, I Nyoman Kandel meminta agar masyarakat Payangan mempersiapkan kualitas diri dalam bidang pariwisata.

Sementara ia selaku anggota Fraksi PDIP akan mendorong pemerintah membuat regulasi terkait kewajiban CSR dari pihak swasta, agar program Ulapan berdampak untuk semua pihak, termasuk desa dan banjar adat.

Kepada wartawan, Selasa 26 April 2022, Kandel mengatakan, pihaknya selaku Dewan Gianyar dan selaku warga Payangan mengapresiasi pemerintah pusat yang telah menetapkan Payangan dalam program Ulapan (Ubud, Tegalalang dan Payangan) yang merupakan program KSPN.

Payangan saat ini sudah banyak berdiri akomodasi pariwisata, seperti hotel berbintang, vila hingga spot wisata.

Baca juga: Disegel Pemilik Lahan, Polsek Payangan Buka SDN 1 Buahan sehingga Siswa Bisa Masuk Sekolah

Baca juga: SDN 1 Buahan Payangan Disegel Seorang Warga, Minta Pengganti Tanah

Hanya saja, kata dia, Payangan masih membutuhkan banyak infrastruktur.

"Dengan ditetapkan dalam proyek nasional, tentu infrastruktur yang dibutuhkan akan tercover di dalam Ulapan. Sebab dana yang diterima untuk proyek ini cukup besar, Rp 34 triliun, dan tentunya akan meringankan beban APBD Gianyar," ujar pria asal Banjar Satung, Desa Buahan tersebut. 

Kandel menjelaskan, dalam Ulapan ini, Payangan akan menjadi pusat akomodasi wisata.

Proyek diperkirakan akan dimulai pada 2023 yang bermula di Ubud. Karena itu, Kandel pun mengimbau agar masyarakat Payangan mulai saat ini agar mempersiapkan diri untuk menyambut wajah pariwisata baru tersebut.

Suasana alam di Desa Buahan, Payangan, Gianyar, Bali, Selasa 26 April 2022
Suasana alam di Desa Buahan, Payangan, Gianyar, Bali, Selasa 26 April 2022

"Saat ini hampir 60 persen masyarakat Payangan telah berkecimpung di pariwisata, baik sekolah maupun pekerjaannya. Jadi, program Ulapan tersebut tidak terlalu mengejutkan. Tapi bagaimanapun kami harapkan agar masyarakat Payangan tetap mempersiapkan diri agar nanti bisa lebih maksimal, tidak menjadi penonton saja" ujarnya.

Kandel mengatakan, saat ini yang menjadi konsennya adalah mendorong pemerintah untuk membuat regulasi, supaya desa adat dan banjar adat mendapatkan manfaat dari Ulapan.

Salah satunya adalah CSR dari perusahaan swasta, seperti hotel, vila dan sebagainya. Saat ini, kata dia, memang telah ada aturan yang mengatur CSR.

Namun Sekretaris Komisi 1 DPRD Gianyar tersebut menilai ada hal yang harus diperbaiki dari aturan tersebut. 

"Desa dan banjar adat harus dapat CSR, peruntukan untuk linglungan sosial, dan manusianya. Ada lingkungan kumuh, perbaikan pura, odalan, dan sebagainya agar bisa menggunakan dana CSR. Saat ini, CSR dari kalangan swasta tidak jelas, ada yang ngasi ada yang tidak. Nanti kita sinergi dengan Pemkab. Kalau tak mau memberikan CSR ke desa dan banjar adat, maka izinnya dicabut saja. Memang, Perda yang mengatur CSR sudah ada. Tapi saya melihat sangat ompong.  Makanya perlu direvisi dan perlu di-Perbup-kan," tandasnya.

Baca juga: Erik Sebut Malam Itu Mencekam, Tiang Listrik Roboh Sempat Tutup Akses Payangan-Ubud

Baca juga: Sidak Minyak Goreng di Gianyar, Kapolsek Payangan Akan Tindak Tegas Pelaku Penimbunan

Megaproyek pariwisata Ubud, Tegalalang dan Payangan saat ini terus berproses. Pembangunan awal akan dilakukan pada tahun 2023.

Pemerintah Kabupaten Gianyar pun saat ini terus bekerja menyempurnakan proposal terkait proyek.

Sebab, tahun 2022 ini, pengajuan permohonan tersebut sudah harus masuk ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gianyar, I Gede Widarma Suharta, Jumat 22 April 2022. 

“Tindak lanjut program Ulapan sampai dengan hari ini, berupa penyampaian proposal bantuan APBN untuk bidang-bidang yang direncanakan dibangun pada Tahun Anggaran (TA) 2023, dan pengajuan permohonannya harus sudah masuk ke Bappenas pada TA 2022 ini," ujar Widarma saat dihubungi via telepon. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved