Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Konflik Rusia vs Ukraina

UKRAINA Tuduh Rusia Peras Eropa dengan Memutus Pasokan Gas ke Polandia dan Bulgaria

Ukraina menuduh Rusia telah memeras Eropa dengan memutus pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria

Tayang:
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
AFP/ALEXANDER NEMENOV
Seorang tentara Rusia berpatroli di teater drama Mariupol, dibom 16 Maret lalu, pada 12 April 2022 di Mariupol, ketika pasukan Rusia mengintensifkan kampanye untuk merebut kota pelabuhan yang strategis, bagian dari serangan besar-besaran yang diantisipasi di Ukraina timur, sementara Presiden Rusia membuat kasus menantang untuk perang di tetangga Rusia. 

TRIBUN-BALI.COM, WARSAWUkraina menuduh Rusia telah memeras Eropa dengan memutus pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria saat krisis di Ukraina semakin panjang.

Salah satu yang merasakan dampak dari pemutusan pasokan gas adalah anggota NATO, Polandia.

Polandia merupakan salah satu negara di Eropa yang mengecam keras invasi yang dilakukan Ruisa ke Ukraina.

Perusahaan Negeri PGNiG milik negara Polandia mengatakan pasokan dari raksasa energi Gazprom melalui Ukraina dan Belarusia akan dipotong pada Rabu 27 April 2022.

Namun pihaknya mengatakan tidak perlu menarik cadangan dan penyimpanan gasnya 76 persen penuh.

"Sistem gas di Polandia seimbang dan pelanggan dapat merasa aman," kata Menteri Keamanan Energi Piotr Naimski dikutip Tribun-Bali.com dari Channel News Asia pada Rabu 27 April 2022.

Baca juga: Bertemu Sekjen PBB, Putin Berharap Gencatan Senjata dengan Ukraina: Minta Akui Kedaulatan Crimea

Presiden Rusia Vladimir Putin telah meminta negara-negara yang mengecam tindakan Rusia untuk membayar impor gas dalam mata uang Rubel.

Selain tersebut, Gazprom mengatakan tidak menangguhkan pasokan ke Polandia namun harus membayar gas dari sana sesuai dengan "pesanan pembayaran" yang baru.

Ia menolak berkomentar tentang Bulgaria.

Ukraina Tuduh Rusia Peras Eropa

Andriy Yermak, kepala staf Presiden Ukraina Volodymyr Zelinsky, mengatakan Rusia memulai pemerasan gas Eropa.

“Rusia sedang mencoba untuk menghancurkan persatuan sekutu kami. Rusia juga membuktikan bahwa sumber daya energi adalah senjata. Itulah mengapa Uni Eropa perlu bersatu dan memberlakukan embargo pada sumber daya energi, merampas senjata energi Rusia dari Rusia.”

Pada pembicaraan pertahanan di Jerman, Amerika Serikat mengatakan dunia harus melawan invasi Rusia ke Ukraina.

Akibat invasi yang dilakukan Ruisa ke Ukraina menyebabkan ribuan orang tewas atau terluka, kota-kota menjadi puing-puing, dan memaksa lebih dari 5 juta orang mengungsi ke luar negeri.

Moskow menyebut tindakannya sebagai "operasi khusus" untuk melucuti senjata Ukraina dan melindunginya dari fasis.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved