Perang Rusia VS Ukraina
RUDAL Balistik Antar Benua, Rusia Ingatkan Barat!
Hingga akhirnya terjadi perang, yang tentu saja merugikan warga sipil dan menimbulkan berbagai krisis termasuk krisis kemanusiaan.
TRIBUN-BALI.COM - Perseteruan antara Rusia dan Ukraina, nampaknya belum menemukan titik terang perdamaian.
Ukraina yang hendak bergabung dengan NATO, membuat Rusia marah dan geram.
Hingga akhirnya terjadi perang, yang tentu saja merugikan warga sipil dan menimbulkan berbagai krisis termasuk krisis kemanusiaan.
Padahal sebelumnya kedua negara ini, adalah saudara serumpun yang tergabung dalam Uni Soviet sebelum bubar pasca berakhirnya perang dunia ke-2.
Perang pun masih berlanjut, dan Rusia tetap mengancam dengan keberadaan rudal balistik antar benua miliknya.
Militer Rusia mengatakan, pihaknya berhasil melakukan uji coba pertama rudal balistik antar benua baru pada bulan April 2022 lalu.
Presiden Vladimir Putin, mengatakan senjata terbaru ini akan membuat Negara-negara Barat 'berpikir dua kali' sebelum menyembunyikan niat agresif apa pun terhadap Rusia.
Baca juga: WOW! Marshel Widianto Bakal Nikahi Celine Evangelista?
Uji peluncuran rudal Sarmat ini, dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Moskwa dan Barat, atas serangan Rusia ke Ukraina.
Ini juga menonjolkan penekanan Kremlin, pada kekuatan nuklir negara itu.
Berbicara kepada pejabat senior, Putin memuji peluncuran Sarmat.
Pria yang dikabarkan akan operasi kanker itu, mengklaim bahwa rudal baru tidak memiliki analog asing dan mampu menembus pertahanan rudal prospektif.
“Senjata yang benar-benar unik ini akan memperkuat potensi tempur angkatan bersenjata kita, memastikan keamanan Rusia dari ancaman eksternal. Ini (juga) membuat mereka, yang dalam panasnya kepanikan retorika agresif, mencoba mengancam negara kita, berpikir dua kali,” kata Putin dikutip dari Kompas.com.
Sanksi baru Barat melarang ekspor produk teknologi tinggi ke Rusia, dan secara khusus menargetkan industri senjatanya sebagai tanggapan atas tindakan Moskwa di Ukraina.
Tapi Putin menekankan bahwa Sarmat dibuat secara eksklusif dari komponen dalam negeri.
“Tentu saja, ini akan menyederhanakan produksi serial sistem (pertahanan) oleh perusahaan-perusahaan di sektor industri militer dan mempercepat pengirimannya ke Pasukan Rudal Strategis,” tambahnya.
Baca juga: VIRAL! Bule Melalung di Tabanan, Berikut 8 Pohon Yang Dianggap Keramat di Bali