Berita Badung

Sedih! Target Pelanggan Belum Ada Meski Ramai Pengunjung di Kuta

Sepanjang libur Lebaran 2022 ini, Bali sudah kedatangan banyak wisatawan.

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
(Putu Yunia Andriyani)  
Kondisi pertokoan di Jl. Popies I, Kuta, Bali pada Rabu, 4 Mei 2022 masih banyak yang tutup. 

TRIBUN-BALI.COM - Sepanjang libur Lebaran 2022 ini, Bali sudah kedatangan banyak wisatawan.

Beberapa destinasi wisata juga terlihat sangat padat.

Baca juga: VIRAL! Bule Melalung di Tabanan, Berikut 8 Pohon Yang Dianggap Keramat di Bali 

Bahkan tidak jarang kepadatan tersebut menyebabkan kemacetan di jalan raya.

Sayangnya, hal tersebut tidak serta merta diikuti dengan menggeliatnya bisnis pelaku usaha.

Baca juga: Anak Meninggal Dunia! Apakah Itu Penyakit Hepatitis? Simak Penjelasannya

Seperti yang terjadi di wilayah Kuta, Badung, Bali.

Banyak berita yang mengabarkan keramaian dan kemacetan di Kuta. 

Namun, jika dilihat lebih detail, kemacetan tersebut belum diiringi dengan dibukanya toko-toko di sekitar Kuta.

Baca juga: Gastroenteritis Pada Anak, Kenali Gejala Hepatitis Misterius!

Meski sudah ada yang mulai mengoperasikan tokonya, masih lebih banyak toko-toko yang tutup.

Bagus, pengusaha di Kuta mengatakan belum berani mengoperasikan kembali usahanya.

Pemilik usaha sewa kendaraan ini, mengatakan saat ini pelaku usaha banyak yang kehabisan modal.

Selain itu, wisatawan yang berkunjung ke Bali sebagian besarnya adalah wisatawan domestik.

Baca juga: WADUH! Warga Pertanyakan Pembangunan Pabrik Mikol di Tegalbadeng Timur

Tentu ini membutuhkan metode penjualan yang berbeda dengan wisatawan mancanegara.

"Selama ini saya berjualan memang target marketnya untuk bule. Sementara sekarang banyak yang domestik, jadi banyak penyesuaian. Menurut saya, wisatawan yang datang hampir 98 persen itu orang lokal. Bule-bulenya masih sedikit, bahkan belum ada," katanya 4 Mei 2022.

Kebanyakan bule yang datang saat ini, adalah bule-bule yang memang tinggal di Bali. 

Bagus juga menambakan, mereka kesulitan untuk mengelola bisnisnya karena targetnya bukan wisatawan domestik.

Baca juga: VIRAL! Bule Melalung di Tabanan, Berikut 8 Pohon Yang Dianggap Keramat di Bali 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved