Berita Badung
Sedih! Target Pelanggan Belum Ada Meski Ramai Pengunjung di Kuta
Sepanjang libur Lebaran 2022 ini, Bali sudah kedatangan banyak wisatawan.
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Hal ini dikarenakan pola liburan wisatawan yang berbeda antara domestik dan mancanegara.
Biasanya wisatawan domestik sudah ada rute liburannya.
Rata-rata mereka akan diajak ke pusat oleh-oleh atau ke wisata alam seperti pantai.
Selain itu, pola pikir dan nilai mata uang juga mempengaruhi sistem penjualannya.
Baca juga: Anak Meninggal Dunia! Apakah Itu Penyakit Hepatitis? Simak Penjelasannya
Hal senada juga diutarakan Wayan Dolat Atmaja.
Pengusaha kerajinan tangan ini, juga mengutarakan hal yang sama.
Banyak rekan kerjanya yang terpaksa pulang kampung karena telah habis kontrak.
Bertahannya ia berjualan di daerah Kuta, merupakan berkat dari sanak keluarga.
"Kebetulan pemilik kontrakannya itu sepupu saya, jadi saya dikasi ngontrak sampai sekarang. Kami bagi hasil seadanya saja sekarang. Kalau ngga, mungkin nasib saya sama dengan teman-teman yang lain. Mereka pulang ke Madura, ke kampung halaman karena ngga ada uang buat bayar kontrakan dan melanjutkan usaha.Tapi syukurnya barang-barang mereka masih dibolehkan disimpan di sini," ujar Wayan Dolat.
Wayan Dolat tetap bersyukur bisa berjualan, walau hanya dengan untung yang kecil.
Prinsipnya saat ini adalah agar barangnya bisa laku.
Sementara itu, mereka berdua memaklumi minimnya kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali.
Hal ini dikarenakan rute pesawat yang masih sedikit, dengan aturan penerbangan yang ketat.
Ditambah lagi tiket pesawat dari luar negeri masih tergolong mahal.
Contohnya tiket pesawat dari Australia ke Bali yang saat ini berkisar Rp 6 - 8 jutaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ket-foto-kondisi-pertokoan-di-jl-popies-i.jpg)