Berita Buleleng
Cepat Berbuah! Kelompok Tani Usulkan Bantuan Bibit Kelapa Genjah ke Pusat
Sejumlah kelompok tani dari empat desa, yang ada di Buleleng mengusulkan bantuan bibit kelapa genjah varietas gading kepada Kementerian Pertanian Indo
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sejumlah kelompok tani dari empat desa, yang ada di Buleleng mengusulkan bantuan bibit kelapa genjah varietas gading kepada Kementerian Pertanian Indonesia.
Dari usulan itu, bibit diperkirakan akan diberikan pada akhir tahun ini.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Made Sumiarta, pada Minggu 8 Mei 2022 mengatakan, bantuan bibit kelapa genjah ini diberikan pemerintah pusat.
Setelah sebelumnya sejumlah kelompok tani, mengirimkan usulan yang difasilitasi oleh Distan Buleleng.
Baca juga: Dishub Badung Sebut Banyak Potensi Pendapatan di Jalan Gelogor Carik
Di mana, kelompok tani yang mengusulkan bantuan bibit kelapa itu masing-masing berasal dari Desa Pucak Sari, Desa Bengkel, Desa Jinengdalem, dan Desa Pelapuan.
Kelapa genjah pun, dipilih karena cepat berbuah.
Di mana, produksinya hanya membutuhkan waktu empat tahun.
Selain cepat berbuah, kelapa genjah juga sering digunakan oleh umat hindu di Bali sebagai sarana upakara.
Bahkan, saat harga minyak goreng sawit melonjak seperti saat ini, petani dapat membuat minyak kelapa atau yang biasa disebut minyak tandusan, untuk meningkatkan perekonomiannya.
"Tahun lalu, kami juga sudah mengembangkan kelapa genjah ini lewat APBD di salah satu desa di Gerokgak. Kelapa genjah lebih diminati, karena tanamannya tidak terlalu tinggi, berbeda dengan kelapa dalam. Cepat berbuah juga, selama pertumbuhannya tidak terganggu dan ditaman di atas sinar matahari. Biasanya masyarakat mengambil janurnya, itu bisa mengganggu pertumbuhan," jelasnya.
Baca juga: VIRAL! Ibu-ibu Goyang Tiktok di Pura Samuan Tiga, PHDI Bali Arahkan Upacara Guru Piduka
Diterangkan Sumiarta, masing-masing desa akan mendapatkan bantuan 3 ribu bibit kepala genjah.
Bantuan itu diperkirakan akan serahkan pada November atau Desember mendatang.
"Pengadaan bibitnya langsung dari pusat. Jadi ketika bibit sudah datang, kami tinggal mendistribusikan ke petani. Kemungkinan bibit akan diserahkan pada akhir tahun, karena masih menunggu musim hujan berikutnya," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ratu-ayu-astri-desiani-kepala-dinas-pertanian-buleleng-made-sumiarta.jpg)