serba serbi

VIRAL Joget India! PHDI Arahkan Guru Piduka, Apa Maknanya?

Viral sebuah video di TikTok, yang menampilkan sejumlah ibu-ibu berbusana adat Bali.

Istimewa
screenshot ibu ibu menari india di Pura Samuan Tiga. 

Menurutnya, informasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di areal pura, dan tempat suci serta simbol suci lainnya, masih terbatas.

Maka akhirnya kejadian seperti ini, sangat berpotensi terjadi ke depannya.

Bahkan berpotensi makin banyak terjadi.

Baca juga: Yayasan Puri Kauhan Ubud Bersih-bersih Sumber Mata Air di Kawasan Batur

"Apalagi wisatawan-wisatawan asing dan domestik yang notabene bukan semeton Hindu. Selain bisa dilakukan oleh wisatawan asing maupun nusantara, potensi hal serupa juga dilakukan oleh umat Hindu sendiri yang seharusnya lebih tahu dan menjaga kesucian areal pura kita," ungkapnya.

Kenak menambahkan, sesama umat Hindu dari berbagai lembaga, seperti pangempon dan penyungsung pura, desa adat, dadya, pesemetonan.

Organisasi Hindu untuk bersama-sama introspeksi, dan memperluas edukasi tentang bagaimana simbol dan tempat suci Hindu di Bali.

Dan untuk mengembalikan kesucian tempat-tempat suci itu, dari perilaku yang tidak pantas dan bisa ngaletehin, mencemari kesuciannya.

para pelaku mesti ngaturang upacara seperti guru piduka dan ritual lain yang diperlukan, sebagai sanksi dan kewajiban atas kesalahannya.

Baca juga: Rekrutan Anyar! M. Ridho Adaptasi Cepat Menjadi Tantangan

"Mesti kita jaga dari perilaku yang tidak sesuai dan tidak pantas. Mari kurangi menghakimi mereka yang perilakunya kurang tepat, tapi menyadarkan dan mengajak kembali menghargai dan menjaga kesucian tempat suci umat Hindu secara sadar dan bertanggung jawab. Kalau edukasi terus ditingkatkan, ke depan kejadian-kejadian seperti ini bisa berkurang,’’ pungkas dia.

Lalu apa upacara guru piduka?

Guru piduka, adalah salah satu upacara dalam Hindu atau upacara yadnya.

Yang tujuannya, mapakeling atau permohonan maaf. Semisal untuk kembali mengembalikan kesucian sebuah pura dan lain sebagainya. 

Biasanya saat menghaturkan banten ini, akan dibarengi oleh pemangku atau orang yang telah diekajati, atau madwijati. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved