Berita Gianyar

Soroti Rencana Mall di Lahan Eks Hardy's, Wakil Ketua DPRD Gus Gaga: Mohon Ditinjau Kembali

Lahan eks Hardy's yang merupakan milik Pemkab Gianyar rencananya akan dijadikan mall oleh pemerintah dan mendapat sorotan dari DPRD setempat.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ragil Armando
Dok
Wakil Ketua DPRD Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Eri Gunarta

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Lahan eks Hardy's yang merupakan milik Pemkab Gianyar rencananya akan dijadikan mall oleh pemerintah.

Tetapi, hingga kini tidak kunjung dibangun sehingga terkesan terbengkalai.

Salah satu yang menyoroti hal tersebut adalah Wakil Ketua DPRD Gianyar, Ida Bagus Gaga Adi Saputra.

Baca juga: APES! Diduga Pandangan Terhalang Tembok, Mangku Arya Tertabrak Mobil di Gianyar

Kepada Tribun Bali, ia menilai, pembangunan mall pada lahan eks Hardy's yang berada di pusat kota itu menurutnya justru mengurangi estatika wajah kota yang selama ini dibangun oleh Bupati Gianyar, Made Mahayastra dengan anggaran ratusan miliar.

Sehingga, pihaknya meminta pemerintah meninjau pembangunan tersebut dengan melihat asas manfaat adanya mall tersebut.

Baca juga: LIBUR Lebaran, Kebun Raya Gianyar di Payangan Sepi Pengunjung

"Lahan eks Hardy’s Gianyar kini tampak kumuh hingga membuat Kota Gianyar yang telah ditata sedemikian rupa malah tampak jadi tak elok. Olah karena itu, saya Wakil Ketua DPRD Gianyar Ida Bagus Gaga Adi Saputra mengimbau kepada Pemkab Gianyar agar menata kembali lahan itu. Penataan sementara tidak perlu biaya besar, misal untuk lahan sentral parkir kota. Karena selama ini di pusat kota kekurangan lahan parkir, sehingga parkir cenderung semrawut," ujar Gus Gaga sapaannya, Selasa 10 Mei 2022.

Baca juga: Wapres Buka Rakernas APPSI 2022 di Bali, Sejumlah Hal Ini Ditekankannya

Gus Gaga menilai, ke depan lahan tersebut bisa menggerakan perekonomian lokal Gianyar.

Salah satunya dengan membangun pasar senggol atau pasar malam di lokasi eks Hardy's Gianar tersebut.

"Menurut saya, ke depan lahan ini sangat strategis untuk dijadikan lokasi Pasar Senggol, dengan tatanan lebih rapi dan bersih. Sebab Senggol Gianyar telah menjadi salah satu ikon dan branding bagi Kota Gianyar. Ini karena Gianyar terkenal punya makanan kuliner tradisional khas Gianyar, seperti jaja nali, jaje klepon, nasi be guling, nasi campur, ayam panggang-betutu, pesan clengis, dan banyak lagi," paparnya.

Baca juga: Film KKN di Desa Penari, Diklaim Kisah Nyata hingga Pecahkan Rekor Film Terlaris

Sehingga, diharapkan mampu memberikan dampak bagi geliat ekonomi kerakyatan di Kabupaten Gianyar, khususnya di kawasan pusat kota.

"Pasar Senggol ini akan sangat bermanfaat bagi pedagang lokal Gianyar. Jika sesuai rencana awal akan dibangun mall, kiranya perlu dipertimbangkan kembali. Apa untung ruginya bikin mall yang penduduknya kebanyakan kelas menangah ke bawah," ujarnya.

Politikus Demokrat asal Griya Wana Prasta, Lingkungan Klurak, Kelurahan Gianyar ini menegaskan, pandangannya tersebut juga atas aspirasi masyarakat.

Baca juga: Sidak Masker di Desa Tegal Kertha Denpasar, 50 Pelanggar Terjaring

Sehingga, apa gang disampaikannya demi kepentingan masyarakat Gianyar.  "Pendapat saya ini juga atas aspirasi yang ada.

Karena Pemkab dan pedagang lokal, terutama pedagang-pedagang kecil, sama sekali tidak akan mendapat keuntungan apapun jika dibangun mall di sini,"

"Saya juga menekankan, tidak ada salahnya pihak Pemkab berkomunikasi dan berkoordinasi terlebih dahulu, dengan prajuru Desa Adat Gianyar, sebelum mengambil keputusan mau dibikin apa di lahan eks Hardys ini. Mengingat lokasi ini berada di kawasan Desa Adat Gianyar serta berdekatan dengan Catus Pata Kota Gianyar," tandasnya.

Baca juga: Artis Asty Ananta dan Helmy Choirul Anam Salurkan Bantuan Susu Rp 231 Juta untuk Warga Bali

"Saya berpikiran, prajuru adat dan kramanya pasti lebih tahu angkihan (nafas) wilayah ini, termasuk cara, daya guna dan berhasil guna dalam memanfaatkan secara baik dan benar. Percayalah. Saya mengakui, setiap pembangunan itu mesti mengacu pada asas dinamika masyarakat dan gaya hidup ke depan. Namun ingat, jangan sekali-sekali karena alasan dinamisasi sosial dan gaya hidup (lifestyle), pembangunan itu harus mencabut akar tradisi Bali,seperti pasar senggol atau Pasar Tenten," 

"Setahu saya Bali sejak dulu hingga kini terkenal di dunia, salah satunya karena kekhasan tradisi Bali, termasuk perilaku dan wujud pasar kita. Kalau mall atau yang mewah-mewah begitu pasti banyak ada negara-negara maju. Intinya, mari jaga kehidupan tradisi Bali, sekalipun melalui peken tenten," kata Gus Gaga. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved