Berita Gianyar
Tak Kuat menanjak, Mobil Pick Up Kakek Ruslan Jatuh ke Jurang Jalur Jembatan Maut Laplapan Ubud
Sebuah mobil pick up daihatsu zebra jatuh ke jurang di jalur Jembatan Maut Banjar Laplapan, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ragil Armando
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sebuah mobil pick up daihatsu zebra jatuh ke jurang di jalur Jembatan Maut Banjar Laplapan, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar, Bali, Rabu 11 Mei 2022 pukul 17.25 Wita.
Namun hingga Kamis 12 Mei 2022 pagi, kendaraan yang mengangkut kapur untuk pewarna tembok tersebut masih berada di pinggir jurang.
Sopir, Ruslan Zaelani (72) dan penumpangnya, Abeng (40) yang sama-sama tinggal di Denpasar itu berhasil selamat dari maut. Mereka hanya mengalami luka ringan.
Baca juga: Dianggap Tidak Maksimal, Pemkab Klungkung Lakukan Evaluasi Pemasaran Produk Garam Kusamba
Pantauan Tribun Bali, Kamis pagi, Ruslan dan Abeng tampak berada di lokasi. Saat itu mereka sedang menunggu mobil derek.
"Ini masih nunggu mobil derek. Saya dan penumpang selamat, saya hanya luka ringan di jari," ujar Ruslan yang masih energik meskipun usianya sudah kepala tujuh.
Baca juga: Bupati Bangli Pastikan Tak Ada Lagi Penghentian Konser Musik
Ia menjelaskan, sebelum kendaraannya jatuh ke jurang, ia datang dari arah Ubud dengan tujuan ke Banjar Laplapan.
Saat itu, ia sama sekali tak mengetahui bahwa medan sangat berbahaya. Iapun terkejut saat berada di ujung jembatan.
Baca juga: Seorang Siswa SD di Karangasem Meninggal Terjangkit DBD, Kadek Sempat Dirawat di ICU RS Balimed
Dimana, tanpa ada celah mengambil ancang-ancang, ia 'disuguhi' tanjakan panjang dengan ketinggian 45 drajat dengan tikungan yang tajam.
"Dari bawah saya sudah di gigi 1, lalu sampai di tikungan, mobil gak bisa naik, lalu mundur ke belakang. Saya berusaha mengerim dan memainkan porsneling, tapi kendaraan tetap mundur," ungkapnya.
Baca juga: Desa Bakas Sambut Delegasi G20, Prodi MKP Poltekpar Bali Gelar Pelatihan CHSE dan Pelayanan Prima
Tanpa disadari, kendaraan bertenaga 1.300 cc tersebut jatuh terguling ke jurang. Namun beruntung saat itu, kendaraan ini tersangkut di batang pohon kelapa, sehingga kemungkinan terburuk pun bisa dihindari.
Sebab, jika tidak tersangkut, sudah pasti mobil akan jatuh ke sungai petanu yang selama ini dikenal angker. "Saya bersyukur masih bisa keluar dengan selamat.
Kemarin pak polisi bilang, kalau bawa barang lebih baik pakai jalur Pejeng. Mudah-mudahan ini jadi pelajaran kita bersama," ujarnya.
Baca juga: Perempat Final Piala Uber 2022: Indonesia vs China 0-1, Komang Ayu Kalah dari Peraih Emas Olimpiade
Kapolsek Ubud, Kompol I Made Tama mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi karena out of control.
Dan, sopir sendiri baru pertama kali melintas di jalur ini.
"Mobil tidak kuat nanjak sehingga mundur dan jatuh ke jurang. Tidak ada korban jiwa, keduanya selamat tanpa luka serius," ujarnya.
Baca juga: Ramalan Kesehatan Zodiak Besok 13 Mei 2022: Gemini Terlalu Memaksakan Diri, Capricorn Coba Olahraga
Kompol Tama pun mengimbau agar memastikan kondisi kendaraan saat akan melintas di jalur Jembatan Laplapan. Jika membawa barang banyak, pihaknya menyarankan menggunakan jalur Pejeng, Kecamatan Tampaksiring.
Sebab di sana jalannya lebih landai.
"Kalau membawa muatan berat, lebih baik mengindari jalur ini. Sebab tanjakan dan tikungan di tanjakan cukup terjal," tandasnya. (*)