Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Travel

DAMPAK Becana Banjir di Bali, Okupansi Hotel di Gianyar 56 Persen

Kepala Dinas Pariwisata  Gianyar, mengungkapkan bencana banjir yang terjadi di Bali pada 10 September 2025 berpengaruh pada kunjungan pariwisata.

Tayang:
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ni Ketut Dewi Febrayani
ISTIMEWA
KOLAM – DAMPAK Becana Banjir di Bali, Okupansi Hotel di Gianyar 56 Persen 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kepala Dinas Pariwisata  Gianyar, I Wayan Gede Sedana Putra, mengungkapkan bahwa bencana banjir yang terjadi di Bali pada 10 September 2025 telah berpengaruh pada kunjungan pariwisata di Kabupaten Gianyar.

Penurunan kunjungan mencapai 30 persen, dan dari total rencana kunjungan, sebanyak 15 persen wisatawan membatalkan kunjungan.

Hal tersebut diungkapkan Sedana Putra dalam acara penyambutan Burung Perkici Dada Merah di Taman Safari Bali, Gianyar, Jumat (26/9).

"Akibat bencana banjir kemarin, telah terjadi penurunan kunjungan pariwisata mencapai 30 persen. Sebab terjadi perang narasi, baik di media sosial maupun televisi. Bahkan sebanyak 15 persen turis membatalkan kunjungannya ke Bali," ujarnya. 

Baca juga: OKUPANSI Hotel di Gianyar 56 Persen, Bencana Banjir di Bali Beri Dampak Signifikan

Sedana Putra pun berharap, dengan berbagai gebrakan dilakukan insan pariwisata dapat mengembalikan kepercayaan wisatawan untuk kembali berkunjung ke Bali.

"Harapan kami, Taman Safari Bali dapat memberikan kontribusi besar untuk kembali mengajak wisatawan ke Bali, khususnya Gianyar," ujarnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gianyar, I Gede Paskara Karilo juga mengatakan bahwa bencana banjir berdampak pada tingkat hunian hotel (okupansi), namun menurut dia tidak signifikan. 

"Kalau dari banjir, tidak signifikan pengaruhnya. Tapi memang low season saat ini tidak sebaik 2024, agak turun sekitar 20 persen di Gianyar dibandingkan low season tahun sebelumnya dengan periode yang sama. Per September ini okupansi hotel di Gianyar 56 persen," ujarnya. 

Terkait penyebabnya, Karilo menyebut beberapa hal. Namun salah satunya adalah persaingan antar negara. Dimana Bali yang hanya berupa pulau kecil harus bersaing dengan pariwisata negara.

"Kita bersaing sama negara lain, Bali kan pulau kecil. Tapi kita bersaing dengan negara," ujarnya.

Pihaknya pun berharap pemerintah, baik itu Pemkab Gianyar maupun Pemprov Bali agar melakukan langkah-langkah dalam infrastruktur, baik itu saluran sungai, jalan, trotoar dan sebagainya.

"Kita berharap dari pemerintah daerah, Kabupaten Gianyar dan Bali, dengan kejadian seperti kemarin itu (banjir), kita harus lebih sigap dalam menghadapi, serta melakukan upaya antisipasi, supaya tak terulang lagi," tegasnya.

Baca juga: OKUPANSI Mal di Kisaran 75Persen, Bisnis Pusat Perbelanjaan Moderat, Dampak Masuknya Investasi Asing

Dunia perhotelan saat ini memiliki berbagai tantangan. Mulai dari tingkat kedatangan wisatawan karena bersaing dengan negara lain, bencana alam dan banyaknya hunian bodong.

Karilo mengatakan hal tersebut harus pihaknya hadapi. Meski demikian, ia menegaskan kondisi ini tidak akan berdampak pada tenaga kerja perhotelan. 

"Setiap tantangan wajib kami hadapi, namun yang terpenting bagaimana pemerintah berbenah, dan mempersiapkan infrastruktur. Persaingan saat ini pengaruhnya di pendapatan. Kalau kita sih berusaha, dan berharap semua bakal baik-baik saja dan selalu bisa menambah lapangan kerja. Kami pastikan, untuk tenaga kerja perhotelan tak sampai ada PHK," ujarnya. (weg)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved