Seputar Bali
Tanamkan Semangat Kebangsaan Sejak Dini, Pemuda Gianyar Didorong Jadi Penjaga Harmoni Sosial
Bimbingan Teknis (Bimtek) Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa yang diikuti puluhan pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Gianyar di Ballroom Sabha Praja,
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ngurah Adi Kusuma
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya tantangan sosial di era digital, generasi muda dinilai memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan mencegah munculnya konflik di masyarakat.
Hal itu mengemuka dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa yang diikuti puluhan pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Gianyar di Ballroom Sabha Praja, Mal Pelayanan Publik (MPP) Gianyar, Selasa 9 Juni 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gianyar itu mengangkat tema Aktualisasi Nilai Kebangsaan Bagi Generasi Muda dalam Upaya Mencegah Konflik Sosial di Masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, mengatakan generasi muda merupakan aset penting pembangunan daerah.
Baca juga: Lewat Buku Tri Hita Bencana, Ngurah Suryawan Soroti Kapitalisme Pariwisata hingga Alih Fungsi Lahan
Selain memiliki potensi besar di bidang pendidikan, teknologi, kewirausahaan, sosial budaya hingga pariwisata, pemuda juga memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini tidak hanya berkaitan dengan persaingan global, tetapi juga berbagai pengaruh negatif yang berkembang melalui media sosial.
Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga penyalahgunaan narkoba menjadi persoalan yang harus diantisipasi sejak dini.
Karena itu, pemuda didorong untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi informasi dan mampu menjadi contoh positif di lingkungan masing-masing.
Baca juga: Pertahankan WTP 12 Kali Beruntun, Bupati Jembrana Tegaskan Fokus pada Penguatan Tata Kelola APBD
Dengan pemahaman kebangsaan yang kuat, generasi muda diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.
"Pembangunan daerah membutuhkan generasi yang produktif, mandiri, dan memiliki karakter kuat,”
“Pemuda harus mampu menjadi pelopor dalam menciptakan lingkungan yang harmonis sekaligus menjadi bagian dari solusi berbagai persoalan sosial yang muncul di masyarakat," ujarnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Gianyar, Komang Alit Adnyana, menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat rasa nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan pelajar.
Selain sebagai sarana pembinaan karakter, kegiatan ini juga menjadi bagian dari proses pembentukan calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gianyar Tahun 2026.
Baca juga: Pemprov Bali Dalami Teknologi Carbon Capture, Hadapi Perubahan Iklim dan Jaga Ekologi Bali
Sebanyak 82 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 75 calon anggota Paskibraka Kabupaten Gianyar dan tujuh siswa yang telah lolos seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Bali.
Melalui pembekalan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai kebangsaan secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran generasi muda yang memiliki karakter kuat, toleran, dan peduli terhadap lingkungan sosial, dinilai menjadi modal penting dalam menjaga harmoni masyarakat sekaligus mendukung pembangunan Gianyar ke depan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Bimbingan-Teknis-Bimtek-Wawasan-Kebangsaan-dan-Karakter-Bangsa1.jpg)