Berita Gianyar
TERANCAM Punah, Burung Perkici Dada Merah Pulang Kampung dari Inggris ke Bali, Tut Atat & Luh Atit!
Berdasarkan data Taman Safari Bali, Jumat (26/9), terungkap bahwa pemulangan burung laiknya burung beo tersebut tidaklah mudah.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Taman Safari Bali, yang berlokasi di Kabupaten Gianyar, Bali memulangkan burung Perkici Dada Merah dari Inggris ke Bali.
Ini merupakan spesies burung paruh bengkok endemik Indonesia yang hanya terdapat di Pulau Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Status konservasinya saat ini berada pada kategori Endangered (Terancam Punah) dengan populasi di alam yang semakin menurun.
Dulu, orang Bali mengenal burung ini dengan sebutan 'Kedis Atat'. Burung ini hidup seperti burung tekukur, yang biasa ditemui di pepohonan di seputaran rumah.
Merupakan burung pemakan buah dan ulat, sehingga tak ditemui di areal sanggah, seperti tekukur yang biasa mencari nasi bekas sesajen saiban. "Dulu di Ubud sekitar tahun 1980an sangat gampang menemukan burung ini, tapi sekarang sudah punah," ujar I Nyoman Astana, warga Ubud.
Berdasarkan data Taman Safari Bali, Jumat (26/9), terungkap bahwa pemulangan burung laiknya burung beo tersebut tidaklah mudah.
Baca juga: OKUPANSI Hotel di Gianyar 56 Persen, Bencana Banjir di Bali Beri Dampak Signifikan
Baca juga: TEGAS DPRD Badung Akan Tindak! Jika Manajemen GWK Langgar Aturan, Buntut Polemik Penutupan Jalan
Membutuhkan waktu hampir 40 jam dari Inggris, dan sempat transit di Bandara Doha, Qatar. Dan, pada akhirnya 20 ekor burung Perkici Dada Merah akhirnya tiba di Bali pada 17 Juli 2025 sekitar pukul 17.00 Wita. Mereka terdiri dari 10 jantan dan 10 betina.
Taman Safari Bali, World Parrot Trust, dan Paradise Park bekerja sama dalam program Pemulangan Kembali dan Pengembangbiakan (Breeding) Perkici Dada Merah. Program ini merupakan langkah nyata dalam pemulihan populasi satwa endemik Pulau Bali melalui penangkaran terkendali yang berorientasi pada pelepasliaran di habitat alaminya.
Serta, Pembangunan Breeding Center Perkici Dada Merah melibatkan perencanaan desain kandang dan habitat yang sesuai standar internasional, pembangunan fasilitas pendukung, pelatihan dan penempatan sumber daya manusia yang berpengalaman, serta proses pemulangan kembali yang memerlukan koordinasi lintas negara.
Adapun dalam acara penyambutannya di Taman Safari Bali, Kamis (26/9), beberapa Burung Perkici Dada Merah ini juga diberikan nama oleh Kementerian Kehutanan, untuk yang jantan diberi nama Arya dan betina Galih. Gubernur Bali, I Wayan Koster juga menyumbangkan nama untuk sepasang burung ini, I Ketut Atat dan Ni Luh Atit. Acara ini disaksikan oleh Pemprov Bali, Pemkab Gianyar, Kementerian Kehutanan, dan sebagainya.
Direktur Konservasi Spesies dan Genetik dari Dirjen KSDAE, Nunung Anugrah mengatakan bahwa sejarah burung ini bisa ke Inggris cukup panjang. Namun, ia bersyukur bahwa pihak Inggris berkenan untuk memulangkan burung tersebut ke Bali. Karena itu, pihaknya bersama Pemprov Bali dan pemerintahan kabupaten/kota akan mengawal supaya burung yang unik ini tidak diburu lagi.
"Kami pastikan akan melakukan pengawalan, agar spesiesnya tidak punah, supaya bisa kembali seperti Jalak Bali," ujarnya.
Pendiri Taman Safari Indonesia, Jansen Panangsang mengatakan bahwa dirinya akan mengembalikan kondisi burung Perkici Dada Merah ini ke kondisi sedia, sehingga iapun telah menyiapkan petugas medis untuk memantau kondisinya. Pun untuk memastikan burung tidak mengalami kelainan genetis karena lama berada di luar negeri, dirinya pun telah menyiapkan berbagai langkah.
"Kita taruh burung ini dalam sangkar per pasang, agar nanti bisa berkembang biak dan tidak terganggu oleh spesies lain untuk memastikan burung yang lahir nanti benar-benar murni Perkici Dada Merah," ujarnya. (weg)
| Residivis Spesialis Bobol Villa di Ubud Ditangkap, Mahasiswa Prancis Rugi Rp 95 Juta |
|
|---|
| Demi Jaga Subak, Warga Samplangan Bali Sepakat Tolak Pembangunan Jembatan |
|
|---|
| 8 ASN Pemkab Dipecat! BKPSDM Sebut Terjadi Sepanjang 6 Tahun Terakhir, Narkotika Salah Satu Pemicu |
|
|---|
| Selama Enam Tahun, 8 ASN Pemkab Gianyar Bali Dipecat, Narkotika Salah Satu Pemicu |
|
|---|
| Kembalikan Konsep Telajakan, Pemkab Gianyar Bali Gelar Lomba Telajakan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/BURUNG-ENDEMIK-Burung-Perkici-Dada-Merah-di-Taman-Safari-Bali-Gianyar-Bali.jpg)