Berita Bangli
Tiga Desa di Kintamani Akhirnya Dialiri Air Bersih, Hampir 77 Tahun Manfaatkan Air Hujan
Desa Suter, Abang Batudinding, dan Abang Songan di Kecamatan Kintamani akhirnya mendapatkan aliran air bersih dari Perumda Tirta Danu Arta.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Karsiani Putri
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Desa Suter, Abang Batudinding, dan Abang Songan di Kecamatan Kintamani akhirnya mendapatkan aliran air bersih dari Perumda Tirta Danu Arta.
Sangking bahagianya, tiga desa tersebut sampai melakukan sambutan dengan iringan gamelan dan tarian.
Hal tersebut agaknya sangat wajar karena di tiga desa ini belum dialiri air bersih, terhitung sejak Indonesia merdeka tahun 1945 silam.
Sebagian besar masyarakat di tiga desa ini memanfaatkan air hujan yang ditampung, atau membeli air.
Baca juga: Bupati Bangli Pastikan Tak Ada Lagi Penghentian Konser Musik
Baca juga: Panitia HUT Bangli Tunggu Sumbangan Sponsor, Kekurangan Anggaran Capai Rp. 300 Juta
Menurut Kepala Desa Abang Batudinding, I Made Diksa, sebagian besar warga sekitar mengeluarkan uang Rp. 225 ribu untuk membeli air melalui mobil-mobil tanki.
Dari jumlah tersebut, warga mendapatkan 5 kubik, yang cukup untuk 10 hari.
Sehingga diperkirakan pengeluaran air dalam sebulan sekitar Rp. 675 ribu.
"Itu bagi masyarakat yang mampu, kalau masyarakat yang tidak mampu saat musim hujan seperti ini mereka menampung air hujan dalam bak penampungan," ungkapnya, didampingi Kepala Desa Suter dan Abang Songan, Kamis (12/5).
Oleh sebab itu, pihaknya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati Bangli dan Perumda Tirta Danu Arta.
Karena akhirnya setelah hampir 77 tahun, masyarakat di tiga desa bisa ikut menikmati air bersih seperti desa-desa lainnya.
"Dengan adanya distribusi air bersih ini, maka masyarakat bisa menghemat pengeluarannya hingga 60 persen dalam sebulan. Karena sesuai rencananya, biaya air bersih ini Rp. 9000 per kubik," ucapnya.
Launching pendistribusian air bersih di tiga desa ini dilangsungkan di Balai Masyarakat Desa Suter, Kintamani.
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta pada kesempatan itu mengaku pihaknya sangat menyadari bahwa air merupakan kebutuhan dasar setiap manusia.
Karenanya dengan masuknya air Perumda Tirta Danu Arta ke daerah ini, ia berharap taraf hidup dan perekonomian masyarakat di tiga desa ini lebih meningkat.
"Tentunya kedepan akan dilanjutkan lagi dengan pendistribusian air ke rumah-rumah warga, sesuai perencanaan yang telah dibuat oleh Perumda," ujarnya.