Berita Nasional

Kemenkeu Klaim RI Sudah Pulih dari Pandemi

Pemulihan ekonomi antar negara tak merata sejak menderita krisis akibat pandemi dua tahun belakangan.

Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Side Event International Seminar Presidensi G20 Indonesia dengan tema ‘Digital Transformation For Financial Inclusion Of Women, Youth, and MSMEs to Promote Inclusive Growth’ diselenggarakan di Hotel Mulia, Nusa Dua, Bali pada, Rabu 11 Mei 2022.  

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemulihan ekonomi antar negara tak merata sejak menderita krisis akibat pandemi dua tahun belakangan.

Sampai saat ini, masih banyak negara yang belum bisa pulih.

Namun Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengklaim Indonesia termasuk salah satu negara yang sudah pulih.

“Karena kami melihat pandemi sejak 2020 lalu 2021 mayoritas seluruh dunia masih mengalami pandemi Covid-19, krisis ekonomi yang disebabkan oleh pandemi ini menyebabkan tidak merata antar negara. Banyak negara belum pulih. Indonesia termasuk salah satu yang sudah pulih,” ungkapnya, Rabu 12 Mei 2022.

Baca juga: Mudik Genjot Ekonomi Daerah, Penarikan Uang Tunai Tembus Rp 180 Triliun

Dalam acara Side Event International Seminar Presidensi G20 Indonesia di Hotel Mulia, Nusa Dua, Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, krisis sangat berdampak pada perempuan, kawula muda, juga sektor UMKM dan digitalisasi memiliki peran penting untuk pemulihan.

"Digitalisasi itu membantu mendukung dan menopang bagaimana pemulihan ekonomi khususnya untuk kelompok yang termarginalisasi. Dalam konteks ini yang paling banyak berdampak krisis itu adalah perempuan, kawula muda, juga UMKM," jelasnya.

Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Yunita Resmi Sari mengatakan, pihaknya memegang dua peran yakni pada sisi supply and demand alias penawaran dan permintaan.

Dalam hal supply, Bank Indonesia sudah membangun beberapa infrastruktur seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kata dia, pihaknya juga membuat sistem BI Fast Payment yang digunakan untuk retail payment system selama 24 jam tujuh hari.

“Itu adalah suatu pintu masuk dari UMKM kita untuk masuk ke ekosistem digital. Karena melalui QRIS ini UMKM kemudian bertransaksi secara digital dan terhubung dengan lembaga keuangan," jelasnya.

"Karena uang tersebut akan masuk kedalam record perbankan, bagaimana transaksi yang dilakukan oleh UMKM sehingga perbankan dapat menilai financial visibility dari UMKM,” sambung Yunita.

Sementara dari sisi demand, BI memiliki program agar UMKM siap masuk kedalam ekosistem digital.

Pihaknya juga telah melakukan on boarding UMKM yang bekerjasama juga dengan berbagai platform.

Penguatan tersebut yang dilakukan sehingga UMKM siap untuk terhubung dengan e-commerce.

Hal tersebut juga berlaku pada sisi marketing maupun untuk sistem pembayaran dan pinjaman yang terkait dengan digital.

Baca juga: Sulap Batang Pisang Jadi Nilai Ekonomi Tinggi, Emak-emak Desa Kukuh Ciptakan Cemilan Kripik Gedebong

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved