Berita nasional

Menteri LHK : Melalui Kearifan Lokalnya Bali Terdepan Dalam Pelestarian Alam

Dapat terlihat diantaranya, melalui konsep Tri Hita Karana, Tri Mandala, terasering, subak, dan Nista Mandala. 

Istimewa
Menteri Siti Nurbaya, Sandiaga Uno, bersama Ari Dwipayana saat acara di Batur, Kintamani, Bali. 

 

TRIBUN BALI.COM, BANGLI - Pelestarian alam berbasis kearifan lokal masyarakat Bali.

Dapat terlihat diantaranya, melalui konsep Tri Hita Karana, Tri Mandala, terasering, subak, dan Nista Mandala. 


Semua konsep tersebut, mengarah pada pemanfaatan ruang wilayah secara berkeadilan.

Dengan pengawasan yang baik, sehingga tercipta harmoni antara pemanfaatan dan upaya-upaya pelestarian.

Baca juga: HEBAT! Dua Siswa Karangasem Lolos Seleksi Paskibraka Nasional


"Semua elemen di Bali, telah secara nyata menyuguhkan percontohan tata kelola bentang alam (landscape management) dengan tingkat harmoni yang selalu terjaga. Menjadi percontohan penting, untuk tata kelola bentang alam di wilayah tanah air Indonesia," ujar Menteri LHK, Siti Nurbaya dalam keterangan tertulisnya, Selasa 17 Mei 2022.

Mengemas upaya pemeliharaan dan pemulihan lingkungan, khususnya di kawasan Danau Batur, dengan pentas seni budaya dan pameran atau festival, dinilai Menteri Siti sebagai langkah yang strategis. 


Hal ini juga relevan, karena bentang alam Indonesia memiliki keragaman yang tinggi.

Dan dalam pengelolaannya, menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

Baca juga: Bank BPD Bali Siap Sukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia


"Oleh karenanya pendekatan budaya, seni dan festival saat ini sangat relevan. Apalagi, sudah sangat dipahami bahwa struktur sosial dan budaya Bali, mampu berperan sebagai instrumen pengawasan dan kontrol, sehingga disharmoni antara pemanfaatan dan konservasi dapat ditekan seminimal mungkin," imbuhnya.


Lebih lanjut, Menteri Siti mengungkapkan Bali juga bisa menjadi contoh dalam 
aktualisasi sustainable development dan implementasi Paris Agreement. 


Selama 4 tahun hingga 2019, KLHK merekam hari Nyepi Bali yang berhasil menurunkan emisi karbon rata-rata sekitar 12-14 ribu ton CO2 ekuivalen dalam sehari.


"Bali menempatkan posisinya sebagai leading by example, dalam penerapan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan," ungkap Menteri LHK.


Pentas seni 'Nuwur Kukuwung Ranu' disajikan Yayasan Puri Kauhan Ubud, bekerjasama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved