Sponsored Content
Pantau Kesehatan Dimana Saja Melalui Skrining Riwayat Kesehatan
Adv online Pantau Kesehatan Dimana Saja Melalui Skrining Riwayat Kesehatan Adv online Pantau Kesehatan Dimana Saja Melalui Skrining Riwayat Kesehatan
TRIBUN-BALI.COM - Salah satu fitur yang ada pada aplikasi mobile JKN adalah Skrining Riwayat Kesehatan.
Skrining riwayat kesehatan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) pengguna mobile JKN untuk mengetahui adanya faktor risiko terjadinya penyakit di masa datang meliputi penyakit diabetes melitus, hipertensi, gagal ginjal dan jantung koroner.
Melalui skrining Riwayat kesehatan ini peserta dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan peserta dapat lebih menghemat waktu karena pengisian dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.
Selain itu, melalui skrining Riwayat kesehatan ini peserta juga dapat mengonsultasikan hasil skrining riwayat kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdaftar.
Apabila hasil skrining menunjukkan risiko sedang diabetes melitus peserta dapat melakukan tindak lanjut dengan melakukan pemeriksaan penunjang di FKTP peserta terdaftar.
Bagi Instansi/Badan Usaha juga dapat mengetahui profil kesehatan/potensi risiko penyakit pekerja yang ada di Instansi/Badan Usaha masing-masing.
Ni Luh Gede Pramesti Cahyani, salah satu pelajar SMK yang sangat aware dengan kesehatan sudah rutin melakukan skrining riwayat kesehatan setiap tahunnya.
“Tahun ini saya sudah melakukan skrining riwayat kesehatan pada aplikasi mobile JKN dengan hasil risiko rendah pada diabetes, hipertensi, gagal ginjal dan jantung koroner,” ujar gadis 17 tahun ini.
Baca juga: Hijaukan Bali di Perayaan Tumpek Wariga, Pertamina Tanam 500 Pohon
Baca juga: UTBK SBMPTN Mulai Digelar Hari Ini, Intip Persiapan Calon Mahsiswa Asal Denpasar Evan Priya Saguna
Baca juga: Janda Pengusaha Ruko Ditemukan Tewas, Kaki Dilakban dengan Baju Tersingkap
Ayah dari Pramesti adalah peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) kelas 2 yang sehari-harinya bekerja di salah satu rumah sakit swasta.
“Selagi masih muda saya berkomitmen untuk tetap menjaga kesehatan sedari dini dengan gaya hidup sehat dan tidak lupa pula melakukan skrining kesehatan,” ujar Pramesti
Jika pengguna aplikasi tersebut terdeteksi memiliki risiko rendah, maka akan tercantum saran-saran kesehatan seperti anjuran pola hidup sehat dan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari.
Akan tetapi jika hasil skrining kesehatan memiliki risiko sedang hingga berat, maka akan muncul pemberitahuan untuk segera memeriksakan kesehatan di FKTP tempatnya terdaftar.
Semakin dini peserta JKN-KIS mengetahui kondisi kesehatannya, maka semakin cepat upaya pengelolaan risiko sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun dengan harapan menurunnya pembiayaan penyakit-penyakit tersebut dan mengoptimalkan pembiayaan lainnya yang memerlukan. (RG/ek)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mcx-zmc-zxmc-zx.jpg)