KKN Desa Penari
BADARAWUHI Mengincar Widya, Berikut Alasannya!
Bahkan belakangan Menteri Erick Thohir, ikut pula menelusuri dan mengatakan bahwa lokasinya di Rowo Bayu. dan Badarawuhi mengicar widya
TRIBUN-BALI.COM - Sukses mendulang pundi-pundi Rupiah, dari film KKN Desa Penari.
Netizen dibuat penasaran, dengan lokasi asli kisah mistis viral ini.
Bahkan belakangan Menteri Erick Thohir, ikut pula menelusuri dan mengatakan bahwa lokasinya di Rowo Bayu.
Baca juga: VIRAL! Menteri Erick Thohir Ikut Cari Tahu Lokasi KKN Desa Penari

Dari kisah yang ditulis SimpleMan tahun 2019 ini, dikisahkan bahwa ada jin kuat di sebuah desa yang bernama Desa Penari.
Baik nama desa maupun nama pemeran, semuanya disamarkan.
Sementara untuk mahasiswanya bernama Ayu, Bima, Widya, Nur, Anton, dan Wahyu.
Yang juga nama mereka, adalah nama samaran.
Baca juga: TIKET Cepat Habis, Film KKN Desa Penari di Denpasar Laris Manis
Kemudian dikisahkan, bahwa sosok jin penunggu hutan itu adalah penari.
Bernama Badarawuhi, yang konon adalah dahulunya abdi Laut Selatan dan anak buah Nyi Blorong.

Ceritanya, Badarawuhi menyukai Widya karena memiliki darah hangat dan wangi yang disukai jin.
Namun sayang, akhirnya Ayu yang menjadi dawuh.
Karena kesalahannya, yang melakukan hubungan badan dengan Bima.
Akhirnya sukma mereka ditahan dan tidak bisa kembali.

Dalam sebuah wawancara, Menteri Erick Thohir menyebutkan bahwa lokasi asli KKN Desa Penari di Rowo Bayu, Banyuwangi.
Terkenalnya, film KKN di Desa Penari.
Membuat banyak orang tertarik mengetahui lokasi asli cerita yang disebut-sebut berangkat dari kisah nyata itu.
Salah satu tempat yang diduga lokasi asli, dari kisah KKN di Desa Penari adalah Telaga Rowo Bayu di Banyuwangi, Jawa Timur.
Baca juga: VIRAL! Menteri Erick Thohir Ikut Cari Tahu Lokasi KKN Desa Penari
Dugaan ini, salah satunya berasal dari foto yang pernah diunggah akun Twitter @SimpleM81378523, atau SimpleMan.
Yang menulis utas berisi kisah viral KKN di Desa Penari pada tahun 2019.
Rowo Bayu merupakan salah satu tempat wisata di Banyuwangi, tepatnya di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi.
Dilaporkan Kompas.com, tempat berjarak sekitar 35 Km, dari Kota Banyuwangi ini berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Tidak hanya sebagai wisata alam, Rowo Bayu juga menjadi tempat wisata sejarah yang menyimpan nilai sejarah Kerajaan Blambangan.
Di tempat ini, terdapat petilasan Prabu Tawang Alun, Raja Blambangan.
Serta tiga mata air atau sendang.
Ketiga mata air tersebut diberi nama Sendang Keputren, Sendang Wigangga, dan Sendang Kamulyan.
Selain itu, ada juga Candi Puncak Agung Macan Putih, yang didirikan untuk menghormati roh para leluhur, yang telah berjasa mempertahankan tanah Blambangan saat Perang Puputan Bayu tahun 1771.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, melalui instagram pribadinya.
Menampilkan sosok pengelola Rowo Bayu, yang mengklaim lokasi tersebut merupakan tempat asli kisah KKN di Desa Penari.
Baca juga: TIKET Cepat Habis, Film KKN Desa Penari di Denpasar Laris Manis
Kendati demikian, pengelola yang bernama Sudirman ini menceritakan kisah yang sedikit berbeda dari tulisan SimpleMan.
Menurut versinya, saat sedang menjelajahi Rowo Bayu, dua mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersesat dan bertemu dengan seseorang di bagian utara desa.
Adapun tempat yang didatangi oleh keduanya adalah desa lelembut yang bernama Desa Penari.
Saat kembali ke Rowo Bayu, kedua mahasiswa tersebut menceritakan pengalaman mereka berkunjung ke Desa Penari.
Rekan-rekan mahasiswa lainnya pun tidak percaya, ada desa lain di bagian utara Rowo Bayu.

Sebagai perbandingan, menurut kisah dari SimpleMan, terdapat enam mahasiswa yang akan menjalani KKN di suatu daerah.
Mereka mengalami kejadian-kejadian ganjil selama KKN.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari".