Berita Bangli
Stok Terjaga, Harga Minyak Goreng Beberapa Pasar di Bangli Mulai Berangsur Turun
Pasokan minyak goreng curah di pasar tradisional kini mulai lancar. Tak hanya lancar, harga kebutuhan dapur ini juga berangsur mengalami penurunan.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pasokan minyak goreng curah di pasar tradisional kini mulai lancar.
Tak hanya lancar, harga kebutuhan dapur ini juga berangsur mengalami penurunan.
Salah satu pedagang minyak goreng di Pasar Kidul Bangli, Ni Wayan Siariasih saat ditemui Jumat 27 Mei 2022 mengamini hal tersebut.
Di mana pihaknya mendapatkan pasokan dari distributor seminggu sekali.
"Sudah beberapa pekan ini lancar. Kalau sebelumnya awal tahun kan sempat kosong pengirimannya dari distributor," ungkapnya.
Baca juga: Wawali Arya Wibawa Terima Kunjungan Walkot Bukavu Republik Demokrasi Kongo, Bilubi Ulengabo Meschac
Baca juga: UPDATE Pencarian Putra Ridwan Kamil: 20 Jam Berlalu, Sisir Area Sungai, Tim SAR Belum Temukan Emeril
Baca juga: Tingkat Kunjungan Wisatawan ke Bali Meningkat Jelang Liburan, PHRI Catat Weekend Sampai 15 Ribu
Sariasih mengatakan pihaknya biasa membeli dari distributor sebanyak 180 kilo hingga 200 kilo.
Diakui minyak goreng curah sangat banyak diburu konsumen.
Ini dikarenakan harganya yang lebih murah dibandingkan minyak goreng kemasan.
Terlebih kebanyakan konsumen yang membeli adalah para pedagang nasi dan gorengan.
"Saat ini harga minyak goreng curah Rp. 18 ribu per kilo. Tapi ini merupakan stok lama, karena informasinya harga minyak goreng curah sudah turun menjadi Rp. 14.500 per kilo. Tentunya saya habiskan stok lama dulu karena masih sisa sekitar 55 kilo. Kalau sudah habis baru order lagi," ucapnya.
Tak hanya minyak goreng curah, minyak goreng kemasan diakui juga sudah turun harga dari harga awal Rp. 22 ribuan per liter, saat ini sudah Rp. 20 ribu per liter.
Di toko lain, harga minyak goreng curah kemasan belum menunjukkan tanda penurunan.
Pedagang masih menjual dengan harga lama, yakni Rp. 19 ribu per liter. "Ini untuk yang dikemas saja.
Kalau yang kiloan saya tidak jual karena ribet. Memang harganya kalau yang kiloan lebih murah. Sekitar Rp. 14 ribuan," sebut pemilik toko bernama Ni Kadek Restini.
Dikatakan pula, pasokan minyak goreng curah kemasan juga tergolong seret. Restini mengaku dalam sepekan ia hanya mendapat kiriman 60 liter minyak goreng curah kemasan. Padahal diakui produk ini laris manis di pasar. "Biasanya dua sampai tiga hari saja sudah habis," ucapnya.