Berita Bali
BINA Lansia Jadi Tugas Semua Pihak, Pemerintah Butuh Kolaborasi Seluruh Pihak
Setiap tanggal 29 Mei, masyarakat Indonesia merayakannya sebagai hari lanjut usia Nasional (Halun).
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Mantan Kabiro Humas Provinsi Bali ini, yakin semua orang suatu saat akan menjadi lansia.
Yang tentunya mendambakan kehidupan yang sejahtera.
Baca juga: SEDIH, Banyak Anak Buang Orang Tua (Lansia) Karena Faktor Ekonomi
Semua lansia pasti mengharapkan kebahagiaan, dan kesehatan saat menikmati masa tuanya.
Dinas Sosial sendiri sudah mendirikan panti, yang bisa menjadi tempat pembinaan untuk para lansia.
Ini merupakan bentuk kepedulian kepada para para lansia agar bisa hidup terawat.

Hal senada juga diutarakan I Nyoman Patra, anggota DPR RI Dapil Bali.
Pihak pemerintah juga sudah memberikan fasilitas, sebagai solusi untuk merawat lansia.
Salah satunya dengan berdirinya Rumah Sakit Indra, yang menyediakan fasilitas perawatan mata.
“Pemerintah sekarang sudah punya fasilitas yang bisa merawat mata lansia.
Pembayarannya sendiri sudah bisa menggunakan BPJS Kesehatan, sehingga lebih terjangkau.
Kami berharap dengan adanya fasilitas tersebut, masyarakat tidak ragu untuk berobat,” ujar I Nyoman Patra.
Baca juga: SEDIH, Banyak Anak Buang Orang Tua (Lansia) Karena Faktor Ekonomi
Selain dari pemerintah dinas, dukungan juga diberikan melalui pemerintah adat.
Lansia Bali itu mempunyai dua identitas, yaitu dari dinas dan adat.
Melalui identitas dinas dengan dasar KTP, lansia bisa mendapatkan bantua sosial dari pemerintah.

Sementara melalui krama adat, masyarakat dibina melalui paiketan krama wreda atau krama lingsir.