Berita Nasional

Banyak Lansia Dibuang Anaknya Sendiri, Faktor Ekonomi Pemicu Terbesar Orang Lanjut Usia Terlantar

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyebut persoalan ekonomi menjadi salah satu pemicu kejadian masyarakat lanjut usia (lansia) ditelantarkan

DOK Pemkot Surabaya
Tri Rismaharini - Banyak Lansia Dibuang Anaknya Sendiri, Faktor Ekonomi Pemicu Terbesar Orang Lanjut Usia Terlantar 

"Kita harus gugah, suatu saat kita akan alami hal sama menjadi tua, tidak kuat dan tidak berdaya. Siapapun dia, yang gagah perkasa, mereka akan rasakan itu kalau diberikan umur panjang," katanya.

Lansia Tunggal

Mensos menyebutkan, konsep penanggulangan masalah sosial lansia tunggal (sebatang kara) di Indonesia membutuhkan alokasi pembiayaan yang tidak murah.

"Kami akan tangani intensif, karena tidak mudah dan murah, karena tidak ada perawatnya. Akan kita tangani secara detail," kata Risma.

Lansia tunggal merupakan kondisi di mana masyarakat dengan rentang usia 65 tahun ke atas yang telantar, sebab ditinggal keluarga dan hidup sebatang kara.

Ia mengatakan, salah satu konsep tersebut dengan cara mendorong skema pembiayaan BPJS Ketenagakerjaan untuk menangani persoalan lansia tunggal di Tanah Air.

Alokasi pembiayaan tersebut diharapkan Risma bisa menutup kebutuhan pemeriksaan kesehatan, pendampingan bidan, pembuatan balai lansia hingga mensubsidi kebutuhan hidup sehari-hari para penerima manfaat.

Baca juga: Kembali Rayakan Hari Lansia Nasional, Yayasan Wreda Sejahtera Bangkitkan Semangat Lansia

"Tidak semua lansia mau tinggal di balai. Kalau tinggal di rumah, siapa yang masak dan siapa yang beraktivitas. Biasanya kami antar ke balai. Kalau masih bisa, kita bantu makanannya dari balai dengan bantuan RT/RW setempat," katanya.

Untuk itu, Kementerian Sosial (Kemensos) mendorong diadakannya Program Pos Binaan Terpadu (Posbindu) Lansia yang disebar merata hingga ke seluruh pelosok Indonesia.

"Namun kami harus bicara dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kemen PPN/Bappenas) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bagaimana menangani ini," katanya.

Upaya Kemensos dalam membantu mengatasi persoalan lansia tunggal telah dimulai dengan menggratiskan penggunaan listrik melalui kerja sama dengan PT PLN.

"Kalau listrik, kami kerjasama dengan PLN, tarifnya nol," katanya.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan dua paket bantuan bagi lansia, di antaranya bantuan langsung tunai serta bantuan sosial berupa sembako.

"Penyebabnya, tidak ada yang merawat dan makanannya tergantung pada pemberian tetangga. Kalau punya uangpun, mereka tidak bisa masak dan beli," katanya.

Berdasarkan laporan Kemensos, lansia tunggal di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menjadi yang terbanyak di Indonesia. Yakni berjumlah sekitar 28.000 jiwa.

Selain karena faktor keterbatasan ekonomi, kata Risma, lansia tunggal di Tasikmalaya juga dipicu angka harapan hidup yang relatif tinggi.

"Ada yang usianya 90 tahun, dan tidak satu orang yang berusia di atas 90 tahun," katanya.

Atas dasar itu pula, Mensos Risma menetapkan Tasikmalaya sebagai lokasi peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2022 hari ini.(ant)

Kumpulan Artikel Nasional

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved