Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

UPDATE SUBANG: Kantongi 216 Alat Bukti & 121 Saksi, Krimonolog Sebut Pelaku Mungkin Tak Profesional

Berikut ini kabar terbaru dari kasus pembunuhan Ibu dan Anak di Subang yang telah memasuki 9 bulan kasus berjalan

kolase kompas tv/tribun jabar
Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala beber alasan kasus Subang belum terungkap 

TRIBUN-BALI.COM, SUBANGUPDATE SUBANG: Kantongi 216 Alat Bukti & 121 Saksi, Krimonolog Sebut Pelaku Mungkin Tak Profesional

Memasuki Sembilan Kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, Jawa Barat berlalu, penyidik Polda Jabar belum juga mengungkap dalang dan pembunuhnya.

Padahal, kasus yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amalaia Mustika Ratu ini telah memiliki  216 alat bukti yang sudah dikumpulkan.

Tidak hanya itu, teradapat serta 121 saksi yang dimintai keterangan baik dibuat dalam berita acara pemeriksaan (BAP) maupun saksi yang diinterogasi di lapangan.

Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Maliala mengatakan jika dalang dibalik meninggalnya Tuti dan Amalia mungkin saja dalang pembunuhannya tidak lah professional.

Dikutip Tribun-Bali.com dari TribunKaltim.com pada Senin 30 Mei 2022 dalam artikel berjudul Kasus Subang Terbaru! Siapa Pembunuhnya Sebenarnya Sudah Terjawab? Ini Dugaan Kenapa Belum Diungkap, menurut Adrianus di kasus ini bisa saja tidak dilakukan oleh profesional.

Profesional dapat ditutupi dengan perencanaan yang matang, sekaligus punya waktu yang panjang dan waktu mengenal situasi sehingga dia bisa berbuat sepeti seorang profesional.

"Dia tidak pernah membunuh dan tidak punya riwayat itu, tapi karena merencanakan secara matang, apalagi mengenal lokasi, kenal korban, dan punya waktu yang cukup untuk melakukan sesuatu, sehingga itu bisa berbuat seperti laiknya profesional," tandasnya.

Baca juga: TERKINI SUBANG: Fakta Ini Buat Krimonolog Sebut Pelaku Subang Merupakan Orang Terdekat Korban

Di bagian lain, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, perkara ini memang belum menunjukkan titik terang.

Terkait janji pengungkapan yang sebelumnya akan dilakukan di bulan ramadhan lalu, Ibrahim Tompo mengatakan pihaknya cuma bisa memberikan harapan.

"Memang kita cuma bisa memberikan harapan saja, tetapi itu bukan sebuah janji

"Terkait pengungkapan kasus, kita pengen cepat terungkap, namun dengan kendala yang ada kita belum bisa menyelesaikan dan tetap jadi utang bagi kita," katanya.

Dia berjanji jika kasus ini sudah terungkap pasti akan diinformasikan ke publik,

"Penyidik sangat bekerja keras. TIdak berhenti update kejadian. Sampai ada 216 alat bukti yang sudah terkumpul, ini termasuk banyak. Dan ada saksi 121 saksi yang di=BAP maupun yang diinterogasi di lapangan, kita update terus, bilamana ada petunjuk kita telusuri," tegasnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved