Adam Deni

Adam Deni dan Ni Made Dwita Resmi Dituntut Penjara 8 Tahun, Denda Bernilai Fantastis

Terdakwa Adam Deni dan rekannya Ni Made Dwita resmi dituntut dengan penjara 8 tahun penjara dengan denda mencapai 1 miliar rupiah

kolase/istimewa
Adam Deni dan Ni Made Dwita Resmi Dituntut Penjara 8 Tahun dengan denda mencapai 1 miliar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Terdakwa Adam Deni dan rekannya Ni Made Dwita resmi dituntut dengan penjara 8 tahun penjara.

Hal ini terikat dengan adanya pelanggaran Undah-Undang (UU) ITE yang menjerat keduanya sehingga harus mendekam di penjara selama 8 tahun.

Selain dituntut dengan penjara 8 tahun, Adam Deni dan Ni Made Dwita juga didenda dengan nilai yang fantastis yakni mencapai 1 Miliar rupiah.

Tuntutan tersebut dibacakan saat sidang lanjutan yang digelar oleh jaksa penuntut di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Baca juga: Lingkaran Pertemanan Baru: Indra Kenz, Doni Salmanan, Adam Deni, dan Ferdinand Hutahaean

Jaksa dalam persidangan tersebut menerangkan dengan detail bahwa pihak kejaksaan menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Adam Deni dan Ni Made Dwita dengan masing-masing kurungan penjara selama 8 tahun.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Adam Deni dan Ni Made Dwita masing-masing pidana penjara selama 8 tahun dikurangi masa tahanan,” kata jaksa dalam persidangan tersebut.

Adam Deni dan Ni Made juga didenda sebanyak Rp 1 miliar. Apabila tidak membayar denda tersebut, maka keduanya harus menggantinya dengan dipenjara selama lima bulan.

“Dengan perintah terdakwa tetap ditahan ditambah dengan adanya denda masing-masing Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan hukuman masing-masing selama lima bulan,” tutur jaksa.

Diketahui sebelumnya, Adam Deni dan Ni Made didakwa melanggar Pasal 48 Ayat (3) jo Pasal 32 Ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Adam Deni Tersinggung Ucapan Ahmad Sahroni, Siap Melawan: Tuhan Masih Bersamanya

Dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut bahwa Adam menyebarkan dokumen pribadi milik anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni.

Dokumen itu terkait pembelian sepeda bernilai ratusan juta milik Sahroni dari transaksi dengan terdakwa lain, Ni Made Dwita Anggari.

Dua sepeda itu dibeli Sahroni pada 2020, yaitu merk Firefly seharga Rp 450 juta, dan merk Bastion senilai Rp 378 juta. Menurut Adam Deni, Ahmad Sahroni diduga telah melakukan pembelian ilegal berupa sepeda dari luar negeri agar tidak membayar pajak negara.

"Kita berdua ingin melapor ke KPK. Cuma karena status saya sebagai pegiat media sosial, saya ingin follow up lewat media sosial agar memperoleh atensi publik dahulu," ujar Adam Deni dalam persidangan sebelumnya.

Adam Deni kemudian mengunggah informasi tersebut ke media sosialnya karena yakin akan menyita perhatian publik.

Baca juga: Adam Deni Kirim Sepucuk Surat, Siap Lawan Ahmad Sahroni, Pengacara: Adam Tersinggung

Adapun penyebaran dokumen pribadi itu dilakukan Adam melalui akun Instagram-nya @adamdenigrk.

Tindakan tersebut ternyata membuahkan perkara hukum. Ahmad Sahroni kemudian melaporkan Adam Deni atas diduga telah mengunggah informasi pribadi miliknya ke media sosial tanpa izin. Adam Deni sempat mengajukan upaya damai. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Adam Deni Dituntut 8 Tahun Penjara atas Dugaan Pelanggaran UU ITE

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved