Berita Denpasar
Menparekraf Sebut Fieldtrip Delegasi GPDRR 2022 Ajang Promosi Pariwisata Bali
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif(Kemenparekraf) memfasilitasi para delegasi Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 dalam p
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif(Kemenparekraf) memfasilitasi para delegasi Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 dalam program fieldtrip ke berbagai destinasi wisata di Bali, Sabtu 28 Mei 2022 lalu.
Tak hanya menikmati destinasi wisata di Bali yang indah, Kemenparekraf pun mengajak delegasi untuk berwisara kuliner mencicipi jajan Bali.
Bagi Kemenparekraf secara khusus, program Fieldtrip GPDRR 2022 disiapkan sebagai pengayaan substansi kepada peserta dengan memperkenalkan mereka terhadap best practice penanganan bencana melalui kearifan lokal masyarakat Bali.
“Kemenparekraf sebagai penanggungjawab Fieldtrip melihat kesempatan ini untuk sekaligus mempromosikan potensi pariwisata Bali kepada peserta Fieldtrip,” ujar Menparekraf, Sandiaga Uno dalam konferensi mingguan yang digelar Senin 30 Mei 2022.
Pemilihan destinasi, teknis penyelenggaraan, dan hospitalitas kepada peserta dilaksanakan secara maksimal untuk menunjukkan kesiapan Indonesia dalam penyelenggaraan event dan kesiapan Indonesia dalam menerima kunjungan wisatawan pada masa pemulihan ini, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali.
Penyelenggaraan Fieldtrip GPDRR 2022 terbilang sukses dan memberi kesan baik akan potensi parekraf Bali, dan kapabilitas Indonesia dalam menjadi tuan rumah event internasional.
Baca juga: Buat Perda Untuk Pelaku Pariwisata, Koster Sebut Akan Beri Sanksi Bagi Pelanggar
Baca juga: VIRAL: Adik Kandungku, Semoga Kau Bahagia Selalu Bersama Mantan Suamiku
Baca juga: Rekrutment Tahap Dua, 544 Guru Terima SK P3K
Beberapa testimoni peserta menyebutkan bahwa Bali sangat indah, terjaga kelestarian budayanya, serta memiliki SDM dengan keterampilan dan hospitalitas yang baik.
“Kesan positif ini menjadi optimisme bagi kami akan peningkatan kunjungan wisman setelah dilakukan program Fieldtrip, dan kami yakin kekuatan "word of mouth" ini akan memberi benefit bagi pemulihan pariwisata Indonesia, khususnya Bali,” imbuh Menparekraf Sandiaga.
Delegasi GPDRR 2022 yang mengikuti program Fieldtrip berjumlah 444 peserta.
Adapun alokasi anggaran untuk program Fieldtrip senilai Rp 1,2 milliar yang dibelanjakan untuk keterlibatan pelaku industri parekraf di Bali dalam program Fieldtrip, seperti pemandu wisata, pengelola destinasi, pelaku kuliner, dan lainnya.
Lebih lanjut Menparekraf Sandiaga menyampaikan program sejenis seperti famtrip ataupun excursion merupakan salah satu cara promosi potensi parekraf Indonesia yang efektif karena menempatkan para delegasi sebuah event (biasanya orang yang berpengaruh) sebagai subjek promosi.
Penyelenggaraan G20, IMF World Bank, dan event MICE lainnya juga memasukkan program Fieldtrip di dalamnya untuk melihat secara langsung best practice substansi yang dibalut keunikan alam dan budaya setempat.(*)