Berita Denpasar
Buat Perda Untuk Pelaku Pariwisata, Koster Sebut Akan Beri Sanksi Bagi Pelanggar
Gubernur Bali, Wayan Koster undang seluruh General Manager, Owner, dan pelaku pariwisata di Bali dalam pertemuan 'Ikrar Bersama Pelaku Usaha Pariwisat
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali, Wayan Koster undang seluruh General Manager, Owner, dan pelaku pariwisata di Bali dalam pertemuan 'Ikrar Bersama Pelaku Usaha Pariwisata Bali' di Art Center, Denpasar pada, Selasa 31 Mei 2022.
Seluruh stakeholder pariwisata di Bali turut menghadiri pertemuan ini seperti PHRI, BHA, GIPI, dan beberapa pelaku pariwisata lainnya. Untuk GM Hotel di Bali yang diundang sebanyak 402 orang.
"Ini merupakan pertemuan pertama yang secara khusus untuk membahas membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan Bali. Agar terwujud kehidupan yang harmonis di Bali, alam manusia dan budaya. Pandemi Covid-19 itu adalah momentum untk kita semua untuk menilai melakukan introspeksi sedalam-dalamnya tentang berbagai hal," ujar, Koster.
Lebih lanjutnya ia mengatakan tentunya banyak masyarakat umum berpendidikan tinggi bahkan masyarakat yang tinggal di desa-desa belum mengerti program Bali Era Baru. Koster mengatakan program ini memang belum waktunya dibuka karena pemahaman itu harus ditangkap langsung.
Menurutnya, Bali jangan dilihat sama dengan daerah lain, Bali memiliki dimensi niskala yang membuat Bali sakral dan metaksu, yang membuat orang tertarik jatuh cinta untuk berkunjung ke Bali.
"Satu-satunya yang kita miliki kekayaan, keunikan dan keunggulan budaya. Bali tidak memiliki tambang, gas, minyak seperti didaerah lain. Tapi Bali hanya dianugerahi dengan kekayaan dan keunikan budaya yang berisi unsur adat, seni dan kearifan lokal. Bali harus survive secara berkelanjutan dari potensi yang dimiliki," imbuhnya.
Baca juga: VIRAL: Adik Kandungku, Semoga Kau Bahagia Selalu Bersama Mantan Suamiku
Baca juga: Rekrutment Tahap Dua, 544 Guru Terima SK P3K
Baca juga: Pemprov Imbau Rumah Sakit di Bali Harus Berakreditasi Minimal B
Ia juga turut menyampaikan bagaimana progres rencana pembangunan Tol Jagat Kerthi Bali atau Tol Gilimanuk-Mengwi. Semula perencanaan pembangunan Tol tersebut akan dimulai pada tahap pembangunan fisik di Tahun 2023. Namun ternyata Presiden RI memerintahkan Menteri PU agar pada bulan September 2022 ini sudah dilangsungkan ground breaking.
"Kalau sudah ground breaking kebetulan sepanjang 6 kilometer tanah itu milik Provinsi Bali. Tidak perlu ribet karena dibawah saya langsung. Ada 3 segmen dan yang akan dikerjakan terlebih dahulu segmen 1 dan 2. Bupati, dan perangkat desa mendukung," imbuhnya.
Menurut Koster untuk menjadi pariwisata kelas dunia tidak cukup dari infrastruktur saja. Sejauh ini ia menilai belum ada design yang dirancang untuk infrastruktur. Dan destinasi di Bali terkesan itu-itu saja seperti Uluwatu, Sanur, Ubud atau destinasi lainnya. Ia pun mengatakan akan menjadikan Bali memiliki daya saing dengan negara seperti Singapura, Malaysia dan negara-negara lainnya.
Dalam acara tersebut ia juga turut menegur hotel-hotel yang belum menerapkan penggunaan endek Bali dan penggunaan baju adat Bali pada hari Rabu dan Kamis. Peraturan ini juga berlaku pada GM Hotel yang berkewarganegaraan asing. Para pelaku usaha akan diberikan sanksi nantinya jika tidak ikuti beberapa kebijakan dari Pemerintah Provinsi Bali.
"Untuk memastikan ini berjalan dengan baik saya akan membuat tim gabungan operasi untuk penertiban agar semua bisa dikawal dengan baik. Jadi pariwisata betul-betul berbasis budaya dan bermartabat," tandasnya.
Ia juga menekankan tidak boleh lagi terdapat wisatawan mancanegara yang melakukan tindakan melenceng di Bali. Nantinya akan dibuatkan peraturan agar tidak terjadi lagi melecehkan tempat suci, bahkan parahnya ada wisman yang sempat cebok di air suci. Koster menekankan tour guide dalam hal ini harus mengerti juga bahwa hal tersebut dapat memperburuk citra pariwisata.
Selain itu permasalahan lainnya yakni pada tumpukan sampah. Walaupun sampah kiriman paling banyak dibulan tertentu dan kiriman tersebut berasal dari daerah lain harus ada manajemen baik terutama di Kuta. (*)