Bulutangkis
ALASAN Greysia Polii Putuskan Pensiun hingga Absen di Indoneisa Masters 2022: Demi Apriyani/Fadia?
Pebulutangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polli memustukan untuk pensiun dari olahraga bulutangkis.
TRIBUN-BALI.COM – ALASAN Greysia Polii Putuskan Pensiun hingga Absen di Indoneisa Masters 2022: Demi Apriyani/Fadia?
Pebulutangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polii memustukan untuk pensiun dari olahraga bulutangkis.
Greysia Pollie pun resmi gantung raket di usianya yang menginjak ke-34 tahun.
Keputusan juara Olimpiade Tokyo 2020 itu diumumkan pada 3 Juni 2022 pagi WIB.
Sepertinya legenda bulutangkis Indonesia yang telah pensiun, Greysia Polii pun mendapatkan kesempatan untuk mengucapkan kalimat perpisahannya di Istora Senayan, Jakarta.
Acara tersebut pun dijadwalkan digelar pada Minggu 12 Juni 2022 sebelum Final Indonesia Masters 2022 bergulir.
Alasan Greysia Polii Absen dari Gelarang Indonesia Masters 2022
Greysia Polii sebenarnya juga berkesempatan menjadikan Indonesia Masters 2022 sebagai turnamen terakhirnya sebelum pensiun.
Namun, Greysia Polii memutuskan untuk absen meskipun kondisinya fit alias tidak cedera.
Hal itu tentu mengejutkan mengingat Greysia Polii kini berstatus juara bertahan ganda putri Indonesia Masters 2020 bersama Apriyani Rahayu.
Terkait keputusan itu, Greysia Polii mengaku sudah memikirkan dengan matang.
Baca juga: Jadwal Indonesia Masters 2022: Dimeriahkan Atlet Top Dunia, Ginting Lawan Kunlavut di Babak Pertama
Greysia Polii legawa memilih absen di Indonesia Masters 2022 demi perkembangan dan masa depan Apriyani Rahayu yang kini dipasangkan dengan Siti Fadia Silva Ramadhanti.
"Kenapa saya tidak ikut Indonesia Masters dan Indonesia Open, itu sudah saya pikirkan. Koh Didi (pelatih) dan PBSI sudah merestui," kata Greysia Polii dikutip dari BolaSport.com lewat Kompas.com pada Sabtu 4 Juni 2022 dalam artikel berjudul Demi Apriyani/Fadia, Greysia Polii Legawa Absen di Indonesia Masters 2022.

"Saya menunggu ganda putri Indonesia bermain di turnamen BWF Super 1000. Kalau saya keluar, biasanya BWF langsung takedown ranking saya dan Apriyani. Jadi, Apriyani harus mulai dari bawah," ujar Greysia.
"Apriyani dan Fadia harus mengejar ranking. Kalau saya bermain, kapan mereka (Apriyani/Fadia) mengejar ranking untuk Olimpiade Paris 2024," tutur Greysia.
"Jadi, hal-hal itulah yang kami bicarakan. Saya sudah legawa. Tidak ada hal yang saya bebani," ujar Greysia menambahkan.
Setelah meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 bersama Apriyani Rahayu, Greysia Polii memang sering diberitakan akan pensiun.
Rumor itu semakin kencang diberitakan ketika Greysia Polii tidak masuk dalam skuad putri bulu tangkis Indonesia untuk Piala Uber dan SEA Games tahun ini.
Greysia Polii pada akhirnya benar-benar memutuskan pensiun. Dengan demikian, turnamen terakhir Greysia Polii adalah All England Open 2022 pada Maret lalu.
Keputusan Greysia Polii pensiun membuat Apriyani Rahayu dan Siti Fadia mendapatkan kesempatan debut di turnamen BWF pada Indonesia Masters 2022 nanti.
Meski berstatus debutan, peluang Apriyani/Siti Fadia melesat di Indonesia Masters 2022 dan memberi kado perpisahan untuk Greysia Polii terbilang sangat besar.

Baca juga: Penyebab Mundurnya Greysia Polii/Apriyani Rahayu di All England 2022, Cedera di Awal Maret Kambuh
Sebab, kepercayaan diri Apriyani/Siti Fadia saat ini sedang tinggi setelah mereka berhasil membawa pulang medali emas SEA Games 2021 di Vietnam.
PBSI: Terima kasih Greysia Polii
Ucapan terima kasih untuk Greysia Polii pun mengalir dari Ketua Harian PBSI Alex Tirta. Ia berterima kasih atas segala dedikasi dan prestasi yang dipersembahkan sang pemain.
Alex juga mengungkapkan bahwa PBSI sangat mendukung acara perpisahan Greysia sambil memuji sang atlet sebagai pemain luar biasa.
"Puji syukur kita bisa berkumpul di sini. Terima kasih kepada Greysia atas perjuangan, prestasi, dan dedikasi untuk bulu tangkis Indonesia," kata Alex Tirta.
"Saat awal PBSI mendengar ada rencana untuk pesta perpisahan, maka kami ikut mendukung karena memang Greysia ini sesuatu yang luar biasa untuk PBSI," ujar dia.
"Tentunya bukan waktu singkat buat dia berkiprah di bulu tangkis. Sudah 19 tahun di PBSI dan memberikan perjuangan yang luar biasa. Sudah kenyang suka duka dan pasang surut, tetapi itu semua bisa dilewati Greysia," ucap Alex Tirta masih dikutip Tribun-Bali.com dari Kompas.com pada Sabtu 4 Juni 2022 dalam artikel berjudul PBSI: Greysia Polii Luar Biasa dan Spesial...
"Dia sudah menghasilkan banyak gelar seperti Asian Games, SEA Games, dan Olimpiade," ujarnya menambahkan.
Selain itu, Alex juga menyebut Greysia sebagai atlet spesial karena bisa bermain di dua sektor yaitu ganda campuran dan ganda putri dengan pasangan tanding yang berbeda-beda.
"Dia selama di PBSI sangat spesial karena dipasangkan di ganda campuran dengan Kevin Sanjaya hingga Tontowi Ahmad juga bisa. Di ganda putri dengan Vita Marissa, Meiliana Jauhari, Nitya Krishinda, dan terakhir Apriyani Rahayu menghasilkan emas Olimpiade," ujar dia.
Baca juga: HASIL Kualifikasi Formula E Jakarta 2022 Hari Ini: Jean-Eric Tercepat, Ini Format Kualifikasinya!
Berkat raihan prestasi itulah, Alex Tirta sejatinya berharap Greysia Polii tetap menjadi atlet. Namun, setiap momen ada akhirnya, begitu juga dengan karier sang legenda hidup tersebut.
Baca juga: Greysia Polii Pensiun, Deret Prestasi Gelar Individu hingga Emas Olimpiade
Meski tak mungkin selamanya menjadi pemain, Greysia Polii diharapkan tetap berkontribusi di bulu tangkis Indonesia.
"Inilah yang kami harapkan agar dia tetap menjadi atlet, tetapi kami sadar semua orang punya waktunya. Saya minta secara pribadi dan PBSI agar dia tetap berkarir," tutur Alex Tirta.
"Kami masih butuh orang seperti dia. Dalam perjalanan sehari-hari, saya tahu betul dia sangat disayangi oleh para penghuni pelatnas, baik junior dan senior," ucapnya.
"Kami akan sangat senang dia tetap bisa berkarya di bulu tangkis," ucap Alex Tirta mengakhiri.
(*)