Berita Karangasem
Usai Gelar Monitoring & Inspeksi Mendadak, DPRD akan Panggil Dirut RSUD dan Dinkes Karangasem
DPRD Kabupaten Karangasem akan memanggil pihak RSUD serta Dinas Kesehataan (Dinkes) Kab. Karangasem terkait hasil temuan saat gelar monitoring & inspe
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM - DPRD Kabupaten Karangasem akan memanggil pihak RSUD serta Dinas Kesehataan (Dinkes) Kab. Karangasem terkait hasil temuan saat gelar monitoring & inspeksi mendadak (sidak) seminggu lalu.
Pemanggilan untuk melakukan dengar pendapat.
Ketua Komisi IV DPRD Kab. Karangasem, Komang Rena, mengatakan, DPRD berencana memanggil setelah Galungan. Pemanggilan dilatarbelakangi oleh hasil monitoring.
"Segera akan dipanggil. Kemungkinan setelah Hari Raya Galungan. Yang kita panggil Dirutnya,"ungkp Rena, Minggu 5 Juni 2022.
Ditambahkan, ada beberapa permasalahan yang ditemukan saat gelar monitoring.
Satu diantaranya ada ketimpangan pemberian jasa pelayanan (jaspel) ke tenaga kesehatan.
Persentase jaspel dokter, management, apoteker, perawat, serta lainnya mengalami prbedaan besar.
"Ada beberapa tenaga kesehatan mengeluhkaan ketimpangan pembagian jaspel. Sperti penjaga di UGD RSUD mndapatkan jaspel lebih kecil ketimbang nakes di sal lain. Seharusnya nakes di UGD yang mendapat lebih banyak karena termasuk garda terdepan dalam layani pasien," imbuhnya.
Baca juga: Tanggapan Warga Terkait Penghapusan Tenaga Honorer, Dwi: Mungkin Buka Usaha Nasi Jinggo Dirumah
Baca juga: Airlangga Hartarto: Kita Sudahi Politik Identitas, Lewat KIB Ciptakan Atmosfer Politik Persatuan
Baca juga: ZODIAK Pisces 6 Juni 2022, Potensi Dapat Apresiasi Atasan Nih!
Jika ketimpangan ini dibiarkan otomatis berdampak ke pelayanan pasien.
Seharusnya management RS Karangasem transparan dengan pembagian jaspel.
Banyak nakes yang mengeluhkan kondisi ini."Ketimpangn ini harus segera dibenah. Jangan dibiarkan," harap Mang Rena.
Masalah sampah medis RSUD Karangasem akan dibahas pada dengar pendapat nanti.
Pasalnya, sampah medis di RSUD Karangasem menumpuk, dan dibiarkan. Seharusnya pihak manajemen RSUD segera mengangkut, bukan membiarkannya hingga menumpuk. Jadi pasien tak terganggu.
"Ini Rumah Sakit. Buat pasien lebih nyaman. Sehingga sakit yang beersangkutan segera sembuh. Jangan malah dibiarkan seperti ini. Kita berharap pihak RSUD bisa mengatasinya, bukan malah membiarkan seperti,"imbuuh Rena, politisi Golkar dapil Kecamatn Selat, Rendang, Sidemen
Frezer jenazah juga menjadi temuan DPRD Karangasem saat monitoring. Dua unit freezer jenazah RSUD Kab. Karangasem kondisi sudah tak berfungsi maksimal. Yang satu rusak dan tak berfungsi, sedangkan yang satu kondisinya sudah rusak - rusakan. RSUD perlu melakukan pengadaan.
"Freezer jenazah ini sangat perlu. Apalagi di Bali banyak upacara, sehingga pihak keluarga bisa titipkan jenazah keluarganya saat ada upacara keagamaan maupun keadatan. Kalau seandainya perlu anggaran tinggal dikoordinasikan,"tambah Rena, sapaannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/stok-darah-plasma-konvalesen-di-rsup-sanglah-2.jpg)