Berita Denpasar

Hanya Karena Masalah Sepele, Pengeroyokan di Denpasar Tak Terhindarkan

Pengeroyokan di kafe wilayah Denpasar, Bali ternyata hanya masalah sepele, hanya karena minum-minuman beralkohol lalu bersenggolan berujung keributan.

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Harun Ar Rasyid
tribun bali/dwisuputra
ilustrasi pengeroyokan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pengeroyokan di kafe wilayah Denpasar, Bali ternyata hanya masalah sepele, hanya karena minum-minuman beralkohol lalu bersenggolan berujung keributan.

Menurut Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra Agustina kepada Tribun Bali dikonfirmasi terpisah Kamis 9 Juni 2022 menjelaskan.

Kasus pengeroyokan di cafe Lacovidaloca, Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, Kota Denpasar hanya karena masalah sepele.

"Berawal dari para korban minum-minuman beralkohol, lalu bersenggolan dan berselisih di dalam kafe.

Pihak security sempat mengajak mereka keluar, tapi sempat ada penolakan juga dari korban," terang Kompol I Made Hendra Agustina.

Lanjut Kapolsek Denpasar Barat, para korban yang sudah dalam pengaruh alkohol begitu juga dengan para pelaku sempat bersitegang.

Di dalam kafe mereka ribut, tapi sudah diselesaikan secara kekeluargaan tapi menurut petugas mereka masih bersitegang.

Baca juga: Umanis Galungan, Pengunjung Pantai Sanur Denpasar Ramai, Penyewa Pelampung Sumringah

Baca juga: Bau Mulut Bisa Jadi Tanda Ginjal Anda Terganggu, Yuk Kenali Gejala Lainnya

Baca juga: Seniman Bali Made Bayak Pamerkan Seri Monster Plastik di Art Moments Jakarta

"Security sempat narik para korban keluar kafe, tapi tangan security sempat ditepis sama korban. Hingga terjadi keributan di parkiran," tambahnya.

Saat itu juga terjadi pengeroyokan, IMK, IKB, PJE melakukan pengeroyokan ke para korbannya hingga menyebabkan beberapa luka.

Korban mengalami memar, sakit kepala, luka pada wajah dan lecet-lecet, pada hari itu juga korban melaporkan kasusnya ke Polsek Denpasar Barat.

"Laporan korban hari itu juga, Sabtu 4 Juni 2022 sekitar pukul 10.00 wita, kejadiannya jam 03.30 wita. Lalu kita panggil 6 orang, berdasarkan hasil pemeriksaan ada 3 orang yang terindikasi," terang perwira asal Gianyar.

Para pelaku ditetapkan tersangka pada hari itu juga sekitar pukul 12.00 wita karena kasus pengeroyokan atau Pasal 170 KUHP.

Hasil pemeriksaan, IKB melakukan pengeroyokan dengan cara menarik baju korban terlebih dahulu lalu memukul bagian perut sebanyak dua kali hingga terjatuh.

Sedangkan IMK hanya terdiam, PTE justru memukul korban satu kali pada wajah diparkiran cafe.

Sementara itu, korban Gede Agus, Gede Budiata dan Kadek Pande yang sama-sama asal Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali berharap kasus ini bisa ditangani lebih lanjut.

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved