Berita Denpasar

Pengeroyokan di Cafe Lacovidaloca Denpasar, 3 Orang Ditetapkan Tersangka

Respon cepat Polsek Denpasar Barat dalam mengungkap kasus pengeroyokan di Cafe Lacovidaloca, Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Padangsambian Kelod akhirn

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Harun Ar Rasyid
net
Ilustrasi Penganiayaan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Respon cepat Polsek Denpasar Barat dalam mengungkap kasus pengeroyokan di Cafe Lacovidaloca, Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Padangsambian Kelod akhirnya membuahkan hasil.

Kasus pengeroyokan yang terjadi pada Sabtu 4 Juni 2022 lalu sekitar pukul 03.30 wita itu mengakibatkan tiga orang terluka.

Enam orang yang awalnya diperiksa, petugas kepolisian akhirnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus pengeroyokan.

Menurut Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra Agustina, Tim Opsnal yang dipimpin Panit Opsnal Iptu I Made Sena melalui Kanit Reskrim Iptu Kevin Mario Immanuel menetapkan tiga tersangka.

"Pelaku masing-masing berinisial IKB, IMK dan PTE. Mereka diamankan pada 4 Juni 2022 siang, sekitar 12.00 wita," ujar Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra Agustina dikonfirmasi terpisah 9 Juni 2022 pagi.

Lanjut Kompol Made Hendra, saat kejadian korban masing-masing bernama Gede Budiata berusia 19 tahun bersama Gede Agus MA berusia 22 tahun dan Kadek Pande P berusia 23 tahun asal Sawan, Buleleng Bali.

Para korban diketahui tengah berpesta di cafe tersebut dengan berminum-minuman sekitar pukul 01.30 wita, namun sekitar pukul 03.00 wita mereka berselisih dengan para pelaku.

Sempat diselesaikan secara kekeluargaan, justru yang terjadi para korban kembali bersitegang dan mendapat kekerasan oleh beberapa pelaku hingga menyebabkan para korban luka-luka.

"Ada luka pada wajah, memat, lecet-lecet dan kepala mereka terasa sakit. Salah satu korban, sempat menghubungi kakaknya, tapi para pelaku mempertanyakan hal itu dan kembali terjadi pemukulan," tambahnya.

Para pelaku masing-masing IKB (I Ketut Budiana) berusia 29 tahun, IMK (I Made Kariana) 54 tahun yang berasal dari Denpasar serta PTE (Prajadina Tha Eduard) 26 tahun asal Tabanan yang merupakan security di cafe tersebut.

Baca juga: Hanya Karena Masalah Sepele, Pengeroyokan di Denpasar Tak Terhindarkan

Baca juga: Umanis Galungan, Pengunjung Pantai Sanur Denpasar Ramai, Penyewa Pelampung Sumringah

Baca juga: Bau Mulut Bisa Jadi Tanda Ginjal Anda Terganggu, Yuk Kenali Gejala Lainnya

Mereka bertiga ditetapkan sebagai pelaku setelah terbukti bersalah melakukan pengeroyokan terhadap korban.

Hasil pemeriksaan, IKB melakukan pengeroyokan dengan menarik baju salah satu korban lalu memukul perut sebanyak dua kali sampai terjatuh.

IMK saat itu hanya terdiam sedangkan PTE memukul korban sebanyak satu kali dibagian wajah.

Akibat kejadian pengeroyokan dini hari tersebut, korban melaporkan kasus pengeroyokan ke Poslek Denpasar Barat tak lama setelah insiden itu terjadi atau sekitar pukul 10.00 wita.

"Sudah diamankan, dari 6 orang kita mintai keterangan, tapi 3 orang kita tetapkan tersangka. Sabtu siang (dihari itu juga) sekitar pukul 12.00 wita kita amankan," pungkas Kompol Made Hendra.

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved