Berita Denpasar
Sebanyak 500 Perangkat Gamelan Bali Berada di Amerika Serikat, Berkarisma Artistik
Salah satu Kurator atau pengurus serta pengawas institusi warisan budaya atau seni, Prof. Dr. Made Bandem mengungkapkan, hingga belakangan ini tercata
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Salah satu Kurator atau pengurus serta pengawas institusi warisan budaya atau seni, Prof. Dr. Made Bandem mengungkapkan, hingga belakangan ini tercatat setidaknya ada 500 perangkat gamelan Bali di Amerika Serikat.
Selain itu juga terdapat lebih dari 100 lainnya tersebar di Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Jepang, Australia, dan dikawasan Asia Tenggara.
“Berdasarkan sejumlah peristiwa penting yang menjadi tonggak dan catatan kehadiran gamelan Bali di panggung dunia, dapatlah dinyatakan bahwa warisan budaya adiluhung kita itu terbukti berkontribusi menegaskan posisi strategis Indonesia dalam dinamika kemajuan peradaban dunia," katanya pada, Jumat 10 Juni 2022.
Lebih lanjutnya ia mengatakan, Gamelan Bali mendapat apresiasi internasional karena perbawa atau karisma artistik dan estetiknya yang berdimensi universal. Ditinjau secara historis, reputasi dan keberadaan gamelan ini terbukti mencerminkan pula kebhinekaan seni budaya yang tumbuh dinamis di seluruh Nusantara.
Menimbang tonggak-tonggak pencapaian Gamelan Nusantara, berikut sumbangsihnya dalam mewarnai dinamika peradaban dunia, UNESCO menetapkan Gamelan Nusantara sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda pada 15 Desember 2021 di Paris, Prancis.
Adapun kumandang gamelan memikat perhatian dunia, diawali kisah komponis Prancis bernama Claude Debussy (1862-1918) yang tergugah dan terinspirasi setelah menyaksikan permainan gamelan Sunda bertajuk Sari Oneng di le village javanais ‘Paviliun Hindia Belanda’ saat Paris Exposition Universelle 1889.
Beberapa dekade kemudian, sebuah studi komprehensif atas gamelan Bali dan Jawa dilakukan pertama kalinya oleh Jaap Kunst, pionir etnomusikologi yang turut menduniakan tabuh-tabuhan Bali.
Sepanjang abad ke-20, diplomasi budaya yang menghadirkan gamelan Bali di pentas lokal, nasional, dan internasional terus berlanjut dan mendapat apresiasi luas.
Baca juga: Upah Guru Kontrak Tertunda, Dewan Sebut Disdikpora Tidak Cermat Rencanakan Anggaran
Baca juga: Bupati Giri Prasta Buka Perayaan Bulan Bung Karno Ke-IV di Kabupaten Badung
Baca juga: MOMEN HARU, Akhirnya Ridwan Kamil Peluk Eril Walau Telah Meninggal Dunia
Di bawah kepemimpinan Tjokorda Gde Raka Sukawati, Gong Belaluan (Denpasar) tampil pada perhelatan Festival Pasar Gambir yang diselenggarakan di Batavia pada tahun 1929. Para maestro yang terlibat antara lain I Marya (penari kebyar), Ni Gusti Made Rai (penari legong), Ni Gusti Putu Adi (penari legong), I Gusti Alit Oka (penabuh), I Made Regog (komponis, penabuh) dan I Gejor Kelambu (penyanyi).
Layak pula dicatat, Gong Belaluan-Sadmerta melakukan tur ke Cina (1953) dan New York World Fair (1964) di bawah pimpinan komposer I Wayan Beratha, putra dari I Made Regog. Selanjutnya, lawatan sekaa Gong Peliatan, Ubud ke Paris Colonial Exposition pada tahun 1931 yang menampilkan gamelan gong, gamelan angklung, tari legong, dan dramatari Calonarang.
Pada tahun 1952, sekaa Gong Peliatan, Ubud melawat ke Amerika Serikat dan Eropa bersama John Coast. Pada 21 September 1952, sekaa menorehkan sejarah dengan menjadi bintang pada Toast of the Town, sebuah acara TV yang dipandu host legendaris Ed Sullivan.
Sedangkan tahun 1988, kolektif musikal Jepang bernama Geinoh Yamashirogumi menghadirkan sinergi gamelan dengan musik bangsa-bangsa dalam film anime ternama AKIRA, digubah oleh Shōji Yamashiro. Seturut dinamika dan kumandang gamelan secara internasional tersebut, sejumlah program etnomusikologi di berbagai perguruan tinggi luar negeri terbukti turut meningkatkan minat dunia terhadap gamelan.
Studi dan kreasi atas gamelan mengalir deras, dan mendorong lahirnya kreativitas musik gamelan melibatkan banyak komponis sohor dunia, antara lain: Ton de Leeuw, Richard Felciano, Philip Glass, Steve Reich, Douglas Young, Jack Body, Dieter Mack, Andrew Toth, Edward Herbst, Shin Nakagawa, Michael Tenzer, Evan Ziporyn, Andrew McGraw dan lain-lain. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wayan-sukarta-perajin-gamelan-blahbatuh.jpg)