Berita Gianyar

3.407 Babi Dipotong Saat Galungan di Gianyar, Stok Babi Saat Kuningan Aman

Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar mencatat jumlah babi yang dipotong saat Hari Penampahan Galungan sebanyak 3.407 ekor.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Pegawai Pemkab Gianyar saat mepatung untuk Hari Raya Galungan belum lama ini. Stok babi untuk Kuningan di Gianyar saat ini diprediksi aman. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar mencatat jumlah babi yang dipotong saat Hari Penampahan Galungan sebanyak 3.407 ekor.

Jumlah tersebut relatif sedikit dari total stok, yakni sebanyak 10.774 ekor.

Babi tersebut masih akan dipotong lagi saat Penampahan Kuningan, Jumat 17 Juni 2022. 

Dengan stok yang masih tersisa, Distanak Gianyar menegaskan stok untuk Kuningan masih sangat aman.

Terlebih saat Kuningan, masyarakat Hindu Gianyar cenderung menggunakan daging ayam.

Baca juga: Sempat Jadi Objek Wisata Remaja Gianyar, Bukit Jati Kini Tak Terurus

Namun berdasarkan catatan Tribun Bali, jumlah stok babi pada Hari Raya Galungan di awal 2022 ini, lebih sedikit dari 2021 lalu.

Di mana saat itu, stok babi yang didata Distanak Gianyar mencapai 20.466 ekor. Sementara kebutuhan saat itu sebesar 10.326 ekor. 

Kepala Distanak Gianyar, Made Raka, Selasa 14 Juni 2022 membenarkan hal tersebut.

Dia menjelaskan, saat menjelang Galungan kemarin, pihaknya melakukan pendataan di babi siap potong di tingkat peternak sebanyak 10.774 ekor. Saat Galungan yang dipotong sebanyak 3.407 ekor.

"Masih ada stok untuk Kuningan lagi sebanyak 7.367 ekor," ujarnya.

Baca juga: PELANGGAR Perda Ketertiban Umum Masih Saja Ada di Gianyar

Made Raka membenarkan bahwa stok babi untuk Galungan di awal 2022 ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu.

Raka mengatakan hal tersebut dikarenakan pengiriman babi keluar Bali, yakni ke Pulau Jawa sudah normal kembali.

Di mana peternak babi di Gianyar selama ini banyak yang menjual babi ke Jawa untuk rumah makan. 

Dimana di tahun 2021 lalu, pengiriman kerap terkendala kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serangkaian pandemi covid-19.

Tahun 2022 ini, pengiriman keluar Bali sudah kembali nomal, sehingga banyak babi yang dikirim ke Bali. Dimana rata-rata pengiriman biasanya dilakukan oleh peternak sebesar 5.000 ekor, dengan durasi mingguan. 

"Dulu stok kita melimpah karena pengiriman keluar Bali terkendala aturan PPKM."

"Sekarang sudah mulai membaik. Rata-rata 5000 ekor dikirim keluar Bali dengan hitungan mingguan, bisa dua minggu sekali. Tapi, meskipun banyak babi dikirim keluar Bali dalam bentuk babi potong. Namun untuk perayaan Kuningan, stok kita masih aman," tandasnya. (*)
 

Berita lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Gianyar
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved