Berita Pendidikan

Kadisdikpora Bali Sidak SMA/K Hari Pertama PPDB, Penekanan Pada Siswa Kurang Mampu,Ini Penegasannya 

Hari pertama berlangsungnya, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada jenjang pendidikan SMA/K di Bali, Kadisdikpora Bali, I Ketut Ngurah Boy Jayawib

Tribun Bali
Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, lakukan sidak di SMKN 1 Denpasar ketika PPDB online dimulai pada, Rabu 22 Juni 2022. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari pertama berlangsungnya, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada jenjang pendidikan SMA/K di Bali, Kadisdikpora Bali, I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, lakukan sidak dibeberapa Sekolah. 

Adapun beberapa sekolah yang ia kunjungi seperti SMAN 1 Kuta Utara, SMKN 1 Denpasar dan SMKN 5 Denpasar.

Ketika ditemui di SMKN 1 Denpasar, Boy mengatakan untuk pelaksanaan PPDB 2022-2023 dijenjang SMA/K dimulai hari ini dan pendaftaran akan berlangsung sampai tanggal 25 Juni 2022.

Sementara untuk pengumumannya pada tanggal 4 Juli 2022 mendatang. 

Baca juga: Liga Santri PSSI Piala Kasad Digelar di Bali, 70 Ponpes Berkompetisi, Jaring Bakat Kalangan Santri

"Memang beda seperti tahun sebelumnya dimana ada tahapan prestasi, tahapan afirmasi dan seterusnya.

Kalau sekarang ini memang semuanya jadi agar dimanfaatkan sebaik mungkin.

Karena ini sifatnya online, untuk mengantisipasi gangguan jaringan, wifi dibeberapa sekolah kami dari Disdik sudah instruksikan pada satuan pendidikan untuk membentuk posko untuk memberi informasi atau membantu pendaftaran pada calon siswa," ungkapnya. 

Ia menegaskan jangan sampai calon siswa mendaftar saja tidak bisa hanya karena gangguan jaringan.

Dari pemantauan sidaknya, seluruh sekolah SMA/K di Bali sudah siap dalam sistem online PPDB.

Sementara untuk siswa miskin nantinya akan mendaftar melalui jalur siswa afirmasi.

Dan pendaftaran tersebut juga pada sistem pendaftaran PPDB Online. 

Baca juga: Siswi yang Nekat Curi Sesari di Gianyar untuk Bayar SPP, Ini Kelanjutan Kasusnya

"Pendaftaran siswa miskin tentunya ada beberapa kriteria harus menunjukan memiliki kartu keluarga sejahtera, kartu indonesia pintar dan lainnya.

Tetapi bagi yang memang fakta nya memang tidak mampu, namun karena tidak ada akses untuk mendapatkan kartu tersebut kami minta pada seluruh Kepala Sekolah dibantu jangan sampai telat pendaftaran tidak bisa mendaftar," imbuhnya. 

Untuk jalur pendaftaran pada siswa kurang mampu tetap sama namun setidaknya nanti akan dibantu untuk dikoordinasikan dengan wilayah serta alamat siswa yang tidak mampu tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved