Berita Denpasar

74 Ribu Wisman Masuki Pulau Dewata, Ini Perkembangan Pariwisata Bali Tahun 2022

Dinas Pariwisata Provinsi Bali beberkan perkembangan pariwisata di Bali pasca border internasional kembali dibuka pada, 14 Oktober 2022 lalu.

Pexels/Artem Beliaikin
Ubud - Perkembangan Pariwisata di Bali Tahun 2022, Sudah 74 Ribu Wisman Masuk Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Pariwisata Provinsi Bali beberkan perkembangan pariwisata di Bali pasca border internasional kembali dibuka pada, 14 Oktober 2022 lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun memberikan data update perkembangan pariwisata di Bali pada 26 Juni 2022.

Adapun kilas balik dari perkembangan pariwisata di Bali setelah pandemi Covid-19.

Penyambutan penumpang Brisbane-Bali via Batik Air di Bandara Ngurah Rai Bali.
Penyambutan penumpang Brisbane-Bali via Batik Air di Bandara Ngurah Rai Bali. (ist)

Pada 3 Februari 2022 merupakan penerbangan pertama Internasional ke Bali dari Maskapai Garuda Indonesia tujuan Narita-Denpasar. Lalu pada 7 Maret 2022 terdapat SE Imigrasi dengan Nomor-0532 GR. 01.01. Tahun 2022 yakni tentang penerapan visa on arrival (VOA) untuk 23 Negara dan tanpa karantina ke Bali bagi yang sudah divaksin Covid-19 lengkap.

Baca juga: Pariwisata BALI Mulai Pulih, BWA Siap Terima Tamu Wedding di Pulau Dewata

Setelah itu pada 6 April 2022 terdapat kembali SE Imigrasi dengan Nomor-0549 GR. 01.01.Tahun 2022 tentang penerapan bebas visa bagi 9 Negara Asean dan VKSK untuk 43 Negara.

Lalu pada 27 Mei 2022 kembali terdapat SE Imigrasi Nomor- 0603 GR. 01.01. Tahun 2022 yakni penerapan VOA bagi 72 Negara.

Lalu pada 31 Mei 2022 terdapat SE dari Gubernur Bali dimana ada penghapusan penerapan untuk menunjukan bukti pre-flight result test Covid-19 saat kedatangan.

Hingga pada 6 Juni 2022, terdapat Adenum Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 19 Tahun 2022 tentang penghapusan penerapan wajib menunjukkan bukti memiliki asuransi kesehatan.

Dari data yang dihimpun oleh, Dinas Pariwisata Provinsi Bali jumlah pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) melalui Bandara Ngurah Rai dari tanggal 4 Februari 2022-26 Juni 2022 sebanyak 384.469 orang.

Dengan rincian WNA sebanyak 350.547 orang dan WNI sebanyak 33.922 orang.

Sementara itu juga terdapat data siklus pertumbuhan ekonomi di Bali sejak tahun 2019-2022 (untuk Tahun 2022 sampai Triwulan 1) dikutip dari Badan Pusat (BPS) Provinsi Bali.

Pada Tahun 2018 pertumbuhan ekonomi di Bali sejumlah 5,17 persen, 2019 sejumlah 5,49 persen, 2020 sejumlah (9,31) persen, 2021 sejumlah (2,47) persen dan 2022 sejumlah 1,46 persen.

Hingga kini jumlah wisatawan mancanegara yang sudah kunjungi Bali di Tahun 2022 periode Januari-April sebanyak 74.268 orang. Dengan rincian melalui jalur udara 74.225 orang dan laut 43 orang.

Sementara wisman yang paling banyak kunjungi Bali selama Tahun 2022 adalah berasal dari Negara Australia sebanyak 16.407 orang, disusul Negara Inggris sebanyak 6.043 orang dan Negara Singapura sebanyak 5.277 orang.

Sedangkan untuk jumlah penerbangan sejak tanggal 3 Februari 2022-26 Juni 2022 sebanyak 1.722 penerbangan. Lalu untuk data total penerima VOA dari tanggal 7 Maret 2022-26 Juni 2022 sebanyak 286.946 orang.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster dalam Live Streaming Youtube Penanggulangan Covid-19 pada, Rabu 29 Juni 2022 kemarin mengatakan, ia telah memberanikan diri untuk membuka kebijakan tanpa karantina dan VOA untuk wisman.

"Saya juga memberanikan diri agar wisman itu diberlakukan tanpa karantina dan kebijakan VOA. Sebanyak 72 negara saat ini sudah VOA plus 6 negara bebas visa astungkara tidak menimbulkan masalah apa-apa. Ini membangun kepercayaan publik secara nasional maupun internasional bahwa kita mampu mengelola pandemi dengan baik," jelasnya.

Menurutnya, jika Bali vaksinasi Boosternya sudah mencapai 90 persen ini merupakan promosi untuk Bali karena serius tangani pandemi dan vaksinasi sehingga aman dan nyaman untuk dikunjungi. Menurutnya, wisatawan akan datang dengan sendirinya jika melihat pandemi tertangani dan vaksinasi tinggi.

"Kita tidak bisa atasi pengangkutan dengan penerbangan karena penerbangannya sangat terbatas penuh terus. Kalau saja penerbangan tambah yang berkunjung ke Bali sangat banyak lagi karena penerbangannya yang terbatas. Sehingga penuh akibatkan kesulitan orang untuk datang ke Bali gunakan pesawat. Orang sudah ramai ke Bali," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved