Berita Bali
Kemkominfo Adakan Acara Bersama Dekranasda, Bahas UMKM Kain Wastra di Bali
Kemkominfo mengadakan acara bersama Dekranasda, Sektor UMKM memiliki kontribusi penting bagi perekonomian negara
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengadakan acara 'Bersama Dekranas Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional Melalui UMKM Kreatif Wastra' pada Kamis 30 Juni 2022.
Turut hadir dalam acara ini Septriana Tangkary selaku Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian Dan Maritim Kemkominfo, Usman Kansong selaku Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo secara daring, Ni Luh Putu Putri Suastini selaku Ketua Dekranasda Provinsi Bali dan beberapa narasumber lainnya.
Dalam sambutannya, Septriana Tangkary selaku Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian Dan Maritim Kemkominfo mengatakan, pariwisata di Bali mulai menggeliat dan banyaknya kunjungan wisman dan wisdom.
"Dan saya kagum karena kita melihat Bali macet sampai jam 12 malam tadi malam. Sejauh ini 65 persen kekuatan ekonomi dijalankan oleh perempuan sebagai enterpreuner dan tentunya sebagai salah satu fondasi ekonomi Indonesia," jelasnya, Kamis 30 Juni 2022.
Baca juga: Unique Bali Festival 2022, Ragamkan Aktivitas Pantai, Gelorakan Semangat UMKM Daerah
Berdasarkan survei Hootsuite (we are the sosial) jumlah pengguna internet di Indonesia hingga Januari 2022 mencapai 204,7 juta jiwa dengan jumlah populasi di Indonesia mencapai 277,7 juta jiwa.
Menurutnya ini artinya dengan pandemi ini telah lahir putra-putri bangsa Indonesia yang hebat-hebat.
"Tingkat penetrasi internet kita sudah mencapai 73,7 persen sangat tinggi sekali. Tingkat penetrasi internet yang tinggi ini berdampak pada jumlah pengguna internet, ponsel, gawai yang mencapai angka yang sangat tinggi yakni 370,1 juta penduduk kita 277,7 artinya 3/4 penduduk Indonesia sudah memegang gawai lebih daripada dua atau tiga. Dan lebih dari 133 persen dari total jumlah penduduk Indonesia," sebutnya.
Lebih lanjutnya ia mengatakan, dengan data tersebut dapat membuat seseorang untuk menjadi enterpreunership dan UMKM handal untuk ekonomi Indonesia.
Sementara pengguna media sosial di Indonesia sudah mencapai setengah juta penduduknya yakni sekitar 131 juta jiwa atau sebanyak 68,9 persen.
Sementara, menurut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappenas), di tahun 2030 Indonesia akan memiliki jumlah penduduk dalam usia produktif 60 persen dari total penduduk Indonesia.
"Kita bisa melihat di tahun 2022 ini terdapat 619 triliun kontribusi digital, potensi ekonomi digital Indonesia dikatakan memiliki masa depan yang cerah di mana pada tahun 2030 akan tumbuh 8 kali lipat. Dengan kolaborasi dan koordinasi baik dengan dekranas dan dekranasda dalam rangka UMKM sebagai guru bagi perekonomian nasional," imbuhnya.
Sektor UMKM memiliki kontribusi penting bagi perekonomian negara, kontribusi UMKM sendiri pada produk domestik bruto PDB Indonesia mencapai 61,07 persen atau sebesar 8,5 triliun.
Dengan jumlah UMKM di Indonesia yang capai 65,4 juta maka penyerapan investasi dari UMKM mencapai 60,4 juta dan dapat menyediakan total lapangan kerja sebesar 99 persen dan menyerap angkatan kerja sebanyak 117 juta orang atau 97 persen.
Sementara itu, menurut Usman Kansong selaku Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo secara daring, mengatakan kain tradisional wastra memiliki keragaman yang kaya.
Baik dalam segi warna, motif, material maupun filosofi hingga proses pembuatannya.