serba serbi
KAJENG KLIWON, Jangan Lupa MALUKAT dan Sembahyang ya Tribunners!
"Kajeng Kliwon Enyitan, adalah Hari Suci spesial dalam Hindu. Untuk itu umat diharapkan Sembahyang," jelasnya kepada Tribun Bali.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Dewi Uma adalah dewi yang sangat sakti, sehingga banyak dipuja manusia.
Dewi Parwati adalah istri Dewa Siwa yang kedua, merupakan reinkarnasi Dewi Sati atau Dewi Uma pasca menikah dengan Siwa.
Dewi Parwati saat marah dikenal sebagai Dewi Durga.
Serta memohon peleburan sarwa mala, yang ada di bhuana agung dan bhuana alit.
“Itulah sebabnya, mengapa umat Hindu Sembahyang bahkan sebelum Sembahyang, harus melakukan panglukatan terlebih dahulu.
Untuk pembersihan angga sarira (atika sarira) dan suksma sarira,” sebutnya.
Baca juga: KAJENG KLIWON ENYITAN, Umat Hindu Diharapkan Mengekang Hawa Nafsu
Baca juga: WASPADA Jangan Emosi Jelang Galungan, Itu Gangguan Sang Hyang Kala Tiga

Untuk itu, malukat di Bali hampir bisa ditemui di semua kabupaten yang ada di Pulau Dewata.
Seperti di Pura Dalem Pangembak, Sanur, Denpasar.
Pamedek hanya perlu menghaturkan dua pejati, dan dua bungkak nyuh gadang serta nyuh gading.
Kemudian malukat akan dimulai dari air payau yang berada di bawah pura.
Untuk membersihkan diri.
Setelah itu, baru menuju ke pasiraman yang akan dilukat oleh pemangku.

Atau bisa juga malukat ke Pura Tirta Empul Tampaksiring.
Dimana pamedek hanya perlu membawa canang sari untuk malukat.
Sementara untuk sembahyangnya bisa pejati dan canang sari.
Fasilitas Pura Tirta Empul juga sangat lengkap.
