Berita Badung
PKM Pengaruhi Penjual Daging Sapi di Pasar, Diskop UMK Badung Sebut Banyak Memilih Tutup Sementara
PKM Pengaruhi Penjual Daging Sapi di Pasar, Diskop UMK Badung Sebut, Banyak Memilih Tutup Sementara
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Marianus Seran
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi mulai dirasakan oleh para pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Badung.
Selain harga jual daging sapi yang turun dari harga normal, para pedagang juga memilih tutup sementara kiosnya hingga situasi membaik.
Meski menjelang perayaan Idul Adha, namun diprediksi konsumen yang membeli daging sapi menurun.
Hal itu pun dikatakan Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Badung, I Made Widiana, saat dikonfirmasi Kamis 7 Juli 2022.
Baca juga: Draf RKUHP: Hina Presiden dan Wapres Hingga Usik Tetangga Dipidana
"Iya terdapat penurunnya daya beli konsumen untuk membeli daging sapi di tengah merebaknya PMK, sehingga harga daging sapi pun ikut turun," katanya
Menurutnya, dari hasil pemantauan pasar oleh tim memang terjadi penurunan harga.
Hanya saja penurunan harga tidak banyak. Namun biasanya jelang Idul Adha harga daging sapi lebih mahal dari harga biasanya.
"Saat ini harga daging sapi mengalami penurunan hingga Rp 2 ribu per kilogram. Harga daging sapi kualitas sedang sebelumnya berada di kisaran harga Rp120 ribu turun menjadi Rp118 ribu per kilogram," tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan, di Badung daging sapi hanya tersedia di dua pasar, yakni Pasar Kuta II dan Blahkiuh.
Baca juga: Bikin Berisik Tetangga Malam Hari Denda Rp10Juta
Namun untuk di empat pasar lainnya yakni Mengwi, Jimbaran, Dalung, dan Petang saat ini lagi kosong.
"Bahkan, yang di Pasar Kuta II waktu pemantauan Senin hanya ada 1 pedagang. Begitu juga pemantauan ke Pasar Dalung kosong," terangnya.
Pihaknya mensinyalir banyak dagang yang menutup kiosnya sementara karena permintaan daging sapi yang menurun akibat adanya PMK.
"Iya seperti itu kondisinya, kiranya peminat daging sapi menurun," ucapnya.
Sebelumnya PMK juga mempengaruhi transaksi di Pasar Unggas dan Pasar Umum Beringkit. Pasar yang biasanya dipenuhi oleh pembeli, kini tampak sepi. Hal itu lantaran transaksi jual beli sapi di stop untuk menghindari PMK.
"Dampak pasti ada. Sehari setelah penutupan pasar sapi pasar unggas dan pasar umum juga sepi pengunjung," ujar Direktur Utama Perumda Pasar Mangu Giri Sedana (MGS) Badung, I Made Sukantra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/koperasi-badung-33.jpg)