Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali United

Evelyn Pelukis Muda asal Denpasar Daratkan Hati Jadi Lady Dewata Bali United

Kecintaan Evelyn pada sepak bola, memberikan gambaran bahwa sepak bola bukan olahraga yang dinikmati kaum adam saja, namun juga kaum hawa.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Adrian
Lady Dewata, seniman Lukis asal Denpasar, Bali, Evelyn Kosasih. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Evelyn Kosasih (22), sebagai seorang wanita tak canggung baginya hadir langsung di stadion bersorak sorai mendukung secara langsung kesebelasan yang ia cintai, Bali United.

Kecintaan Evelyn pada sepak bola, memberikan gambaran bahwa sepak bola bukan olahraga yang dinikmati kaum adam saja, namun juga kaum hawa.

Sepak bola adalah bahasa universal, tak ada batasan suku, ras, agama dan gender. Supporter sepak bola terkadang memiliki stigma kelompok yang rusuh menghiasi lini pemberitaan, namun di balik itu supporter juga memiliki gambaran solidaritas dan kreatifitas tak terbatas.

Kehadiran bidadari di tribun stadion dewasa ini menjadi sorotan, siaran langsung di televisi kerap mengeksplore para kaum hawa yang hadir di stadion menjadi “pemandangan” tersendiri di tengah dominasi supporter pria.

Parad kecantikan para bidadari tribun ini menyedot perhatian tersendiri. Seperti para Lady Dewata yang mewarnai Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali saat Bali United berlaga. Lady Dewata adalah sebutan bagi fans perempuan Bali United, salah satunya Evelyn.

Evelyn yang memiliki 12 ribu pengikut di media sosial Instagram ini bercerita kecintaannya terhadap sepak bola tertular dari keluarganya yang merupakan penggemar berat olahraga sepak bola. 

Ayah dan kakaknya kerap berdiskusi tentang sepak bola menumbuhkan bibit cinta pemilik akun Instagram @evekoss ini turut mencintai dunia si kulit bundar.

Bahkan kakek Evelyn, juga pemain sepak bola non profesional, dan terselip kisah haru, bahwa kakek Evelyn saat itu meninggal dunia di lapangan karena serangan jantung saat bermain sepak bola membela salah satu klub di Surabaya.

“Ayah dan kakak laki-laki saya juga sering membahas tentang klub bola atau bahkan Piala Dunia, jadi secara tidak langsung lingkungan juga mendukung dan memang mengerti sepak bola,” kata Evelyn yang berprofesi sebagai seniman Lukis itu di Denpasar, Bali pada Jumat 8 Juli 2022

"Kakek dari ayah dulu pemain bola, beliau meminggal di lapangan karena serangan jantung, saat ikut klub di Surabaya," imbuhnya.

Tak hanya olahraga sepak bola di dunia nyata saja, namun melalui sarana virtual game console, Evelyn juga menyalurkan kegemarannya terhadap sepak bola.

Bagi perempuan berzodiak Libra itu, sepak bola membuat dia bahagia. Berasal dari Bali ia mendaratkan hati untuk kecintaannya terhadap Bali United sejak 6 tahun lalu.

“Awalnya mempunyai ketertarikan sendiri dengan sepak bola dari kecil. Saya juga sering bermain PES (Pro Evolution Soccer) bersama sepupu. Saat masih kecil saya juga suka bermain bola, meskipun hanya sekadar untuk bersenang-senang, sampai sewa lapangan futsal main bola. Namun, itu yang membuat saya benar-benar gembira,” ungkapnya.

Perhelatan Liga Indonesia musim 2021/2022 yang berlangsung di tengah pandemi COVID-19 dan kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan pemerintah membuat Evelyn memiliki lebih banyak waktu untuk menyaksikan Serdadu Tridatu mesi hanya #NontonDariRumah.

“Saya jatuh cinta dengan Bali United sejak tahun 2016, tetapi belakangan ini lebih mengikuti lagi, khususnya pada saat Liga 1 musim lalu, setelah liga sempat berhenti cukup lama karena Covid-19," kata dia.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved