Bali United
Evelyn Pelukis Muda asal Denpasar Daratkan Hati Jadi Lady Dewata Bali United
Kecintaan Evelyn pada sepak bola, memberikan gambaran bahwa sepak bola bukan olahraga yang dinikmati kaum adam saja, namun juga kaum hawa.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
"Apalagi, saat itu punya banyak waktu luang karena work from home (WFH), sehingga menonton dan mendukung Bali United berjuang di Liga 1 adalah hiburan,” jelas Evelyn.
Salah satu pengalaman Evelyn ialah ketika bersama sang ayah hendak menonton Bali United kontra Persija Jakarta, dari rumah ia sudah merasakan euforia sepak bola yang begitu gegap gempita tahun 2017 silam sebelum masa pandem COVID-19.
Sesampai di stadion, saking tingginya animo warga Bali menyaksikan laga itu, Evelyn dan sang ayah dirundung kecewa karena kehabisan tiket menonton pertandingan.
Tak ingin kehilangan rasa atmosfer di stadion, perempuan kelahiran 22 Oktober 2000 dan ayahnya akhirnya menonton melalui layar tancap yang disediakan di lapangan parkir stadion.
“Waktu itu, ada pertandingan Liga 1 antara Bali United melawan Persija di malam hari. Saya dengan ayah pergi ke sana berharap dapat tiket on the spot. Namun, apa daya sudah ludes habis terjual. Sehingga kami hanya bisa menonton di lapangan parkir menggunakan layar tancap. Lucunya kalau suporter di dalam stadion sudah berteriak gol, kami yang berada di tempat parkir sekitar sepuluh detik kemudian baru bersorak gembira akibat keterlambatan pada siaran pertandingan,” tutur perempuan berparas cantik ini.
Pengalaman itu menjadi kenangan bagi Evelyn sebelum ia menempuh jalur pendidikan di Universitas Kristen Petra Surabaya.
Lima tahun berselang dan pandemi COVID-19 mereda, Mahasiswi Jurusan Desain Komunikasi Visual ini tidak menyia-nyiakan kesempatan laga AFC Cup yang digelar di Bali, di mana Bali United bertindak sebagai tuan rumah.
Evelyn menyaksikan langsung laga, Bali United versus Kedah Darul Aman FC Malaysia yang dimenangkan Bali United dengan skor 2-0, sebuah penantian yang terbayarkan.
“Satu kata untuk menggambarkan pengalaman saya ke stadion adalah, merinding. Mulai dari para pemain masuk ke lapangan benar-benar perasaan yang tidak bisa dijelaskan. Mungkin karena pengaruh sudah sejak lama saya ingin menonton langsung di stadion,” ucap Evelyn yang meraih berbagai prestasi seni dan desain ini.
“Teriakan, nyanyian, dan semangat dari para suporter benar-benar kompak sehingga membuat saya kagum. Selain itu, ternyata makanan di Bali United Cafe enak dan sangat sesuai dengan harganya,” sambung perempuan asal Kota Denpasar Bali ini.
Di bawah guyuran hujan, tak menyurutkan semangat Evelyn menyuarakan dukungannya untuk Nadeo Argawinata dan kawan-kawan. Evelyn pun rela hujan-hujanan karena hujan deras mengguyur Kawasan Stadion Kapten I Wayan Dipta Jumat, 24 Juni 2022 itu.
Evelyn mengabadikan moment berharga ini dengan berswafoto, dan ia sengaja mengenakan kaus terakhir kali yang ia gunakan untuk menyaksikan laga tahun 2017 silam. Kecintaannya terhadap Bali United juga dibuktikan dengan koleksi merchant baju Bali United.
“Dan satu lagi, satu pengalaman yang menyenangkan adalah saat harus rela membuka sepatu dan terkena banjir karena hujan sangat deras,” kata Evelyn anak kedua dari tiga bersaudara ini.
“Namun, itu benar-benar pengalaman yang sangat menyenangkan. Maka dari itu, pada tahun 2022 ini sangat senang akhirnya bisa menonton langsung klub favorit dan merasakan kemenangan pertandingan melawan Kedah,” imbuhnya.
Evelyn yang menekuni dunia seni juga mencurahkan kecintannya terhadap Bali United dengan melukis pemain-pemain idolanya di Bali United seperti Brwa Nouri, Spasojevic, dan Nadeo Arga Winata yang ia bagikan di akun media sosial pribadinya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Lady-Dewata-seniman-Lukis-asal-Denpasar-Bali-Evelyn-Kosasih.jpg)