Berita Nasional
Menlu Retno Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Sejumlah Peserta G20 di Bali
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menghadiri Pertemuan Menlu G20, berkomitmen untuk memperkuat kerja sama
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sudah saatnya suara negara berkembang untuk didengarkan dalam berbagai isu internasional.
Mereka juga sepakat untuk menyuarakan pentingnya perang untuk dihentikan, dan pentingnya reintegrasi ekspor produk pertanian dari Ukraina dan gandum serta pupuk dari Rusia dalam rantai pasok global.

Sebagai informasi, India akan menjadi Presiden G20 pada tahun 2023, setelah Indonesia.
Menteri Luar Negeri RI juga telah melakukan pertemuan bilateral dengan State Councilor/Menlu RRT, Wang Yi di hari yang sama.
Menlu Wang Yi menyampaikan apresiasi terhadap Indonesia atas penyelenggaraan Pertemuan Menlu G20 yang inklusif mengingat peran strategis G20 dalam membahas isu-isu global.
Indonesia sampaikan apresiasi atas dukungan RRT untuk Presidensi Indonesia di G20 hingga KTT November nanti.
Keduanya sepakat banyaknya tantangan yang dihadapi yang memerlukan kerja sama erat.
Terkait kerja sama bilateral, selain pertemuan kali ini, kedua Menlu juga akan melakukan Pertemuan ke-2 High-Level Dialogue and Cooperation Mechanism (HDCM) pada 9 Juli, di Bali.
Dari pihak Indonesia, delegasi akan dipimpin bersama oleh Menko Marves dan Menlu RI.
Selain isu bilateral, Kedua Menlu juga membahas pentingnya kerja sama antar negara berkembang dalam rangka memelihara stabilitas kawasan dan mengatasi isu-isu global termasuk melalui penguatan kerja sama ASEAN dan RRT.
Soliditas suara negara-negara berkembang juga diperlukan dalam upaya menghentikan perang, dan mengintegrasikan kembali ekspor pangan Ukraina dan Rusia ke rantai pasok global.(*)
Kumpulan Artikel Nasional