Pemilu 2024

Pembelaan Politikus PDIP untuk Puan yang Diremehkan, Bandingkan dengan Jokowi dan Ganjar

Hasil survei menujukkan angka elektabilitas Puan dan Ganjar. Elektabilitas Puan hanya 0,6 persen, sedangkan Ganjar mencapai 20,5 persen.

Kolase TribunKaltara.com / Kompas.com/Riska Farasonalia
Ganjar Pranowo dan Puan Maharani. Politikus PDI Perjuangan Bambang Pacul meminta agar publik tidak meremehkan DPR RI Puan Maharani dalam Pilpres 2024. 

Di beberapa survei, elektabilitas Puan Maharani memang kecil. Ia kalah bersinar dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang unggul sebagai calon presiden Pemilu 2024.

Hasil Survei Kepemimpinan Nasional (SKN) yang digelar Litbang Kompas pada 17-30 Januari 2022 menujukkan angka elektabilitas Puan dan Ganjar.

Elektabilitas Puan hanya 0,6 persen, sedangkan Ganjar mencapai 20,5 persen.

Kalau dibandingkan lagi dengan Joko Widodo, elektabilitasnya berkibar saat namanya digaungkan PDIP sebagai calon presiden 2014.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesia Research Centre (IRC) menujukkan elektabilitas Jokowi lebih dari dua kali lipat elektabilitas Prabowo Subianto, lawan sengitnya saat itu.

Elektabilitas Jokowi berada di posisi teratas dengan angka 31 persen. Posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Prabowo dengan 14 persen disusul Wiranto 13,5 persen.

Sedangkan capres lainnya kala itu hanya ada di tingkat elektabilitas di bawah 10 persen, termasuk presiden Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri.

Pada Pilpres 2019, nama Jokowi masih berkibar.

Pada Survei LSI Denny JA dan dirilis pada Selasa (2/4/2019) menujukkan, elaktabilitas Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin sebesar 56,8 persen hingga 63,2 persen.

Sedangkan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga sebesar 36,8 persen hingga 43,2 persen.

Belum Temui Ketum Parpol Lain

Terkait Pilpres 2024, Bambang Pacul juga membeberkan alasan Puan Maharani hingga saat ini belum menemui para ketua umum partai politik.

Baca juga: Efek IPU di Bali dan Tegas Tolak Penundaan Pemilu, Rilis LSI Elektabilitas Puan Maharani Naik 3,1 %

"Mbak ( Puan Maharani) lebih ketemu dulu, mendengarkan suara-suara rakyat dan mendengarkan suara PDIP dulu, keluarga besarnya dulu," kata Pacul kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 7 Juli 2022.

Kata dia, Puan Maharani mau mendengar keinginan seluruh kader partai hingga anak ranting. "Jadi Mbak ini kan boleh dibilang kan bijak, wisdom. Dengar dulu suara di bawah, baru akan bicara," ujar Pacul.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved