Berita Karangasem

Tekan Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku, 2.187 Sapi di Karangasem Sudah Divaksin PMK

Ribuan sapi di Karangasem telah divaksinasi PMK oleh Puskeswan Karangasem, cegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku

istimewa
Ilustrasi vaksin PMK - Tekan Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku, 2.187 Sapi di Karangasem Sudah Divaksin PMK 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Sebanyak 2.187 ekor sapi di Kabupaten Karangasem, Bali, telah divaksinasi pusat kesehatan hewan (Puskeswan) Karangasem.

Sapi yang sudah di vaksin tersebar di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Karangasem, Kecamatan Rendang, Kecamatan Kubu.

Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Bencana (PPB), Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Karangasem, Putu Gede Suata Berata mengatakan, pemberian vaksin dilakukan dari Rabu 6 Juli 2022 sampai Jumat 8 Juli 2022.

Proses vaksin pun akan terus dilakukan.

Baca juga: Ditengah Merebaknya Virus PMK, Giri Prasta Tegaskan Bahwa Sapi Bali Harus di Jaga

"Kita dapat jatah vaksin PMK 3 ribu dosis. Pertama 1.000 dosis, dan pengiriman kedua sebanyak 2 ribu dosis. Sampai hari ini sudah 2.187 dosis disalurkan,"kata Putu Gede Suata Berata, Jumat 8 Juli 2022.

Ditambahkan, pemberian vaksin dilaksanakan di Menanga, Kecamatan Rendang.

Lalu dilanjutkan di Tumbu, Kecamatan Karangasem, dan di Desa Tumbu, Kecamatan Kubu.

Pemberian vaksin akan dilanjutkan pada Sabtu 9 Juli 2022.

Mengingat stok vaksin di UPTD Puskeswan di Karangasem masih ratusan

Kepala UPTD Puskeswan Karangasem, Pande Gede Arya Saputra mengungkapkan, pemberian vaksin dilaksanakan untuk menekan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Mengingat di Kabupaten Karangasem sudah ditemukan beberapa sapi terjangkit virus tersebut.

Pemberian vaksin difokuskan ke daerah yang ditemukan kasus PMK.

Sapi yang berada diradius tiga kilometer dari temuan kasus PMK akan diberikan vaksin.

Tujuannya agar sapi sekitar lokasi punya kekebalan, dan terhindar dari penyebaran virus PMK.

Vaksin diberikan ke sapi yang sehat.

Ditambahkan, populasi sapi di Kecamatan Rendang jumlahnya paling banyak dibanding Kecamatan lain.

Setelah itu, pemberian vaksin diberikan ke Kecamatan Karangasem, dan Kecamatan lain.

Selain memberikan vaksin, petugas juga melakukan sosialisasi pada peternak agar membersihkan kandangnya.

"Kita minta peternak untuk mmbersihkan kandang agar terhindar dari PMK. Semoga dengan vaksin ini penyebaran PMK bisa ditekan. Petugas baru menemukan 7 ekor sapi yang terjangkit PMK,"tambah Pande.

Sampai saat ini petugas baru menemukan 7 ekor sapi positive terkena PMK.

Yakni 4 ekor ditemukan di Menanga, Kecamatan Rendang dan 3 ekor ditemukan di Segara Katon, Kelurahan/Kecamatan Karangasem.

Sedangkan sapi yang dinyatakan suspect diperkirakan capai puluhan

Untuk diketahui, populasi ternak terutama sapi Bali di Kabupaten Karangasem meningkat sejak 2021 pasca dilaksanakan inseminasi buatan melalui program pemerintah yakni sapi komoditas andalan negeri (sikomandan).

Saat ini populasi sapi di Bumi Lahar sekitar 133 ribu ekor lebih.

Daerah di Karangasem dengan populasi sapi terbesar yakni di Kecamatan Rendang.

Seperti di Desa Pempatan, Menangga, Besakih, Nongan, Pesaban, dan Rendang.

Populasi sapi Bali di Kecamatan Rendang setiap tahun naik.

Mengingat lahan hijau cukup luas, geografinya mendukung.

Kumpulan Artikel Karangasem

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved