Berita Badung

Ditengah Merebaknya Virus PMK, Giri Prasta Tegaskan Bahwa Sapi Bali Harus di Jaga

Ditengah Merebaknya Virus PMK, Giri Prasta Tegaskan Bahwa Sapi Bali Harus di Jaga

I Komang Agus Aryanta
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Meski sampai saat ini belum ditemukan adanya hewan yang terjangkit virus Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) di kabupaten Badung, namun pemerintah setempat terus berupaya mengantisipasi kasus.

Bahkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengaku Badung akan tetap menjaga sapi-sapi Bali di tengah adanya wabah.

"Kita di Badung sudah komit harus menjaga sapi Bali. Selain menjaga kesehatan kita juga harus menjaga populasi sapi Bali," ujar Giri Prasta saat ditemui beberapa hari lalu.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta (I Komang Agus Aryanta)

Menurutnya, salah satu upaya menjaga sapi Bali sudah terbukti dengan adanya sentra ternak Sobangan, Mengwi Badung. Pada sentra tersebut, Badung mengembangbiakkan sapi Bali. Bahkan hasil perkembangbiakannya diberikan kepada kelompok ternak yang ada di Badung.

"Jadi kekuatan kita untuk menjaga sapi Bali sentra ternak itu. Jadi sapi Bali tetap harua kita jaga," tegasnya.

Namun terkait dengan adanya virus PMK yang menyerang sapi termasuk juga berpotensi pada Babi dan Kambing, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan khususnya kesehatan hewan. Bahkan dengan adanya vaksin pihaknya sudah gencar melaksanakan vaksinasi.

"Pada permasalahan PMK ini ada dua hal yakni prioritas dan urgensi. Jadi kita saat ini jangan dulu melihat lockdown dulu, namun menyelamatkan didalam, dengan menjaga kesehatan-kesehatan hewan kita. Jika nanti sudah kasus mereda dan Sapi di Bali aman, baru kita berbicara masalah ke depan," jelasnya sembari mengatakan baik itu pembukaan penjualan antar wilayah ataupun antar daerah.

Seperti diketahui, dengan merebaknya kasus PMK di Bali, transaksi atau penjualan sapi di pasar hewan Beringkit dihentikan sementara selama dua minggu. Pemberhentian transaksi sapi itu pun dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran PMK di Kabupaten Badung.

Bahkan jika ada warga yang hendak menjual Sapinya ke Pasar Beringkit akan langsung di Tolak. Kendati transaksi sapi di hentikan, namun tidak akan menutup pasar hewan di Pasar Beringkit. Pasalnya selain sapi, di pasar hewan beringkit juga ada penjualan hewan lainnya seperti bebek, ayam, burung dan yang lainnya.

Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, I Made Sukantra mengaku penutupan transaksi sapi di pasar hewan Beringkit tersebut mulai dilakukan pada hari ini atau pada 5 juli 2022 sampai 19 Juli 2022. Hal itu pun dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus PMK.

"Jadi ini sudah sesuai keputusan pemerintah pusat, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bahkan dari BNPB tadi sempat datang ke kantor kami dan memantau pasar Beringkit," ujarnya.(*)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved