advetorial

TIDAK Punya Biaya, Ketut Murni Bergantung Pada Program JKN

Menjadi salah satu keluarga kurang mampu, membuat Ni Ketut Murni merasakan betapa pentingnya memilik Kartu Indonesia Sehat (KIS).

ist
Menjadi salah satu keluarga kurang mampu, membuat Ni Ketut Murni merasakan betapa pentingnya memilik Kartu Indonesia Sehat (KIS). 

TRIBUN-BALI.COM - Menjadi salah satu keluarga kurang mampu, membuat Ni Ketut Murni merasakan betapa pentingnya memilik Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Kenyataan tersebut, tidak terlepas dari beberapa kali ia mengalami sakit dan memerlukan perawatan kesehatan.

Baik di puskesmas maupun rumah sakit.

Wanita 62 tahun ini, selalu bergantung pada KIS.

Yang didapatkan dari pemerintah pusat melalui pembiayan APBN.

“Ya beginilah kondisi rumah saya yang serba pas-pas, jangankan untuk berobat.

Bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah syukur.

Makanya kami sangat bergantung kepada KIS, apabila kami sakit.

Kondisi di rumah yang tidak punya apa-apa, membuat keluarga kami sangat bergantung pada program JKN untuk berobat,” ungkap Murni, Kamis 7 Juli 2022. 

Baca juga: BPK Temukan Warga MENINGGAL Tapi Masih Dibayarkan Iuran JKN-KIS! Simak Beritanya

Baca juga: Puluhan Ribu Masyarakat Tabanan Dinonaktifkan dari Peserta JKN KIS

Menjadi salah satu keluarga kurang mampu, membuat Ni Ketut Murni merasakan betapa pentingnya memilik Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Menjadi salah satu keluarga kurang mampu, membuat Ni Ketut Murni merasakan betapa pentingnya memilik Kartu Indonesia Sehat (KIS). (ist)

Ketut Murni tinggal bersama suami dan satu anak lelakinya, sedangkan tiga anak perempuannya sudah menikah keluar.

Saat ini keluarganya hanya mengandalkan sang ayah, selaku kepala keluarga yang kesehariannya membuat tusuk sate untuk dijual.

Baru-baru ini, suami Ketut Murni yang bernama I Nyoman Mendra harus dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Gianyar.

Itu karena dia menderita diabetes mellitus.

Kondisinya yang lemah, membuat suaminya harus menjalani rawat inap selama lima hari.

Selama menjalani perawatan tersebut, keluarganya sempat mengalami kegundahan akibat terjadi masalah pada KIS-nya.

“Sempat terjadi ketidaksesuaian NIK sehingga KIS kami tidak berlaku, kami sempat minta pulang paksa karena merasa tidak mampu bayar.

Tapi atas petunjuk petugas BPJS Kesehatan, akhirnya KIS kami bisa berlaku kembali.

Penyelesaian masalahnya berjalan cepat,” ungkap Ketut Murni.

Menjadi salah satu keluarga kurang mampu, membuat Ni Ketut Murni merasakan betapa pentingnya memilik Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Menjadi salah satu keluarga kurang mampu, membuat Ni Ketut Murni merasakan betapa pentingnya memilik Kartu Indonesia Sehat (KIS). (ist)

Ibu empat anak yang berasal dari Gianyar ini, juga menyampaikan suaminya beberapa kali mengalami perawatan menggunakan jaminan dari JKN.

Pertama akibat dipatuk ular dan menjalani rawat inap.

Tak hanya itu, tangan suaminya terkena bambu sehingga harus dirawat di rumah sakit juga dengan KIS-nya.

Ketut Murni dengan anak-anaknya, juga sering memanfaatkan KIS untuk berobat di puskesmas.

“Sudah banyak sekali saya dibantu.

Dulu saat dipatuk ular itu biayanya empat jutaan, yang terakhir ini bahkan lebih banyak.

Jika kami tidak punya KIS, mungkin suami saya tidak dapat berobat seperti kemarin.

Kami bersyukur sekali pemerintah sudah begitu perhatian,” ucap Murni. (adv)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved