Berita Gianyar
NASIB MALANG Pendamping POSYANDU di Gianyar karena 6 BULAN Tidak Dibayar
Namun sudah sejak Januari hingga Juni 2022, pihaknya tidak mendapatkan upah. Tapi karena ini tugas mulia, masalah upah itu tidak menganggu pelayanan.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pemkab Gianyar sejak 2018 ini, fokus menangani angka stunting.
Hingga level kasus turun ke angka 3,7 persen di tahun 2021 dari sebelumnya 40,99 persen.
Dalam program tersebut, Pemkab Gianyar pun merekrut para pendamping posyandu.
Namun sayangnya, keberhasilan tersebut terganjal.
Mereka para pendamping posyandu ini, tidak dibayar sejak enam bulan.
Di mana per bulannya mereka dibayar di bawah Rp 2 juta.
Baca juga: Cegah Stunting, TP PKK Kota Denpasar Selenggarakan Posyandu Paripurna Di Kecataman Denpasar Barat
Baca juga: Berkat TPS3R, Desa Taro Gianyar Bali Punya Kebun Organik Untuk Kebutuhan Posyandu
Seorang pendamping posyandu, yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, selama menjadi pendamping posyandu dalam penanganan stunting, mobilitasnya cukup tinggi.
Namun sudah sejak Januari hingga Juni 2022 ini, pihaknya tidak mendapatkan upah.
Dia menilai, upah yang didapatkan dibandingkan perannya dalam menyehatkan generasi Gianyar, tidaklah seberapa.
Namun tetap saja, upah tersebut sangat berguna untuk kelangsungan mobilitas mereka.
"Pekerjaanya lumayan banyak.
Sekarang masih mikir untuk bertahan hidup.
Tapi karena ini tugas mulia, masalah upah itu tidak menganggu pelayanan," ujarnya, Rabu 13 Juli 2022.
Pantauan Tribun Bali, ada ironi dalam hal ini.
Sebab, di satu sisi mereka tidak mendapatkan upah selama enam bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-ilustrasi-uang-koin-di-tangan-seorang-pria.jpg)