Berita Nasional
Mengapa Tim Khusus Bentukan Kapolri Harus Periksa Hasil Autopsi Jenazah Brigadir J
Pemeriksaan visum ini untuk memastikan prosedur autopsi dilakukan dengan benar atau tidak.
Terutama, dalam kaitan kasus polisi bunuh polisi tersebut, tindakan responsif dan transparansi berkeadilan telah ditunjukkan Jenderal Listyo Sigit.
Catatan IPW
IPW memberikan beberapa catatan untuk menjadi pertimbangan pemeriksaan. Pertama, terhadap jenazah Brigadir J telah dilakulan autopsi atau bedah mayat.
Sementara dalam status akhirnya sebagaimana disampaikan Polri, Brigadir J sebagai terduga pelaku tindak pidana pengancaman dengan senjata dan pelecehan.
Hal yang menjadi pertanyaan, tindakan bedah mayat tersebut tujuannya untuk apa? Padahal bedah mayat umumnya dilakukan untuk seorang korban kejahatan bukan pelaku kejahatan.
Baca juga: Penembakan Brigadir J, Komnas HAM: Hubungi Kami Jika Tahu Fakta-fakta Kejadian
Kedua, tidak adanya police line pada tempat kejadian perkara (TKP) dalam rangka pengamanan lokasi kejadian agar tidak berubah sesuai aturan yang berlaku pada umumnya tidak dilakukan di rumah Kadiv Propam.
"Hal ini memunculkan diskriminasi penanganan perkara pidana," ujar Sugeng Teguh Santoso.
Ketiga, dari autopsi yang telah dilakukan apakah ditemukan luka sayat dan 2 jari putus yang ada di jenasah Brigadir J sesuai informasi keluarga?
"Berdasarkan sumber lain yang melihat foto jenazah Brigadir J, pada jenazah ditemukan luka sayatan pada bibir, hidung, dan sekitar kelopak mata," katanya.
Keempat proyektil peluru pada tubuh Brigadir J kalibernya berapa?
IPW mengharapkan Tim Gabungan bisa mendeteksi ada atau tidaknya upaya obstruction of justice atau upaya atau tidnakan menghalangi proses hukum dalam perkara ini.
Pastinya, dengan locus delicti yang ada, maka Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dan isterinya akan menjadi orang yang diperiksa oleh tim gabungan yang dibentuk Kapolri tersebut.
Kalau peristiwa itu berlanjut ke pengadilan, keduanya akan menjadi saksi tewasnya Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo.
"Sehingga, pembentukan tim gabungan ini, hasilnya benar-benar bisa menjawab keraguan publik terkait isu-isu liar, sesuai yang disampaikan Kapolri Listyo Sigit."
"Pasalnya, tim akan memberikan informasi dan menyampaikan hasil-hasilnya secara obyektif," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rumah-dinas-irjen-sambo.jpg)