Berita Bali

Ditangkap Ambil Tempelan Sabu di Jalan Malboro Barat, Adi Pradnya Diganjar Bui 7 Tahun

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar telah menjatuhkan vonis pidana terhadap terdakwa Kadek Adi Pradnya Prayoga (24).

Shutterstock
Ilustrasi sabu - Ditangkap Ambil Tempelan Sabu di Jalan Malboro Barat, Adi Pradnya Diganjar Bui 7 Tahun 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar telah menjatuhkan vonis pidana terhadap terdakwa Kadek Adi Pradnya Prayoga (24).

Adi Pradnya diganjar pidana penjara selama tujuh tahun, karena dinyatakan terbukti bersalah terlibat dalam peredaran narkotik golongan I. 

Diketahui, terdakwa kelahiran Denpasar, 18 Maret 1998 ini ditangkap usai mengambil tempelan sabu di Jalan Marlboro Barat, Gang Bucu Telu I, Banjar Tegal Lantang, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, Kamis, 3 Februari 2022 sekitar pukul 23.30 Wita.

Baca juga: Hadiri Acara Pra HANI Tahun 2022, Adi Arnawa Harapkan Generasi Muda Jauhi Narkotika

Dari tangan terdakwa, petugas kepolisian berhasil mengamankan 15 paket sabu siap edar dengan berat keseluruhan 5,40 gram brutto. 

"Hakim memutus terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh tahun, denda Rp1,5 miliar subsidair enam bulan penjara," jelas Dewi Maria Wulandari selaku penasihat hukum terdakwa saat dikonfirmasi, Senin, 18 Juli 2022.

Baca juga: Ditangkap Usai Beli Sabu di Kuta, WN Syria Pikir-Pikir Divonis 7 Tahun Penjara

Pengacara yang tergabung di Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar mengatakan, majelis hakim dalam menjatuhkan putusan sependapat dengan tuntutan jaksa penuntut umum.

Sehingga terdakwa tidak mendapat keringanan hukuman. 

"Putusan hakim sama dengan tuntutan jaksa penuntut. Atas putusan hakim, terdakwa menyatakan menerima," ungkap Dewi Maria Wulandari. 

Baca juga: Ditangkap Simpan 503,44 Gram Sabu di Kosnya di Denpasar, Edy Divonis 10 Tahun Penjara

Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa Adi Pradnya telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotik golongan I dalam bentuk bukan tanaman. 

Sesuai dakwaan pertama jaksa penuntut, terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotik. 

Dibeberkan dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum, terlibatnya terdakwa dalam pusaran peredaran narkoba bermula saat terdakwa dihubungi oleh Rio (buron).

Rio menawarkan terdakwa bekerja mengambil dan menempel narkoba dengan imbalan Rp50 ribu per titik tempelan.

Atas tawaran Rio, terdakwa pun tergiur dan menerima pekerjaan itu. 

Untuk memperlancar pekerjaan, Rio memberikan uang Rp200 ribu sebagai uang bensin dan uang pulsa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved