Berita Bali

Ditangkap Usai Beli Sabu di Kuta, WN Syria Pikir-Pikir Divonis 7 Tahun Penjara

Terdakwa Mahmod Daher (26) dijatuhi pidana penjara selama tujuh tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Tribun Bali/Putu Candra
Terdakwa Mahmod Daher didampingi penasihat hukumnya, Aji Silaban saat menjalani sidang putusan secara daring di PN Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terdakwa Mahmod Daher (26) dijatuhi pidana penjara selama tujuh tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Terdakwa Warga Negara Asing (WNA) asal Syria ini divonis terbukti bersalah melakukan tindak pidana narkotik golongan I jenis sabu.

Diketahui, Mahmod Daher ditangkap petugas kepolisian usai membeli sabu di Kuta, Badung. 

"Terdakwa diputus pidana penjara selama tujuh tahun, denda Rp 1 miliar subsidair lima bulan penjara," terang Aji Silaban selaku penasihat hukum terdakwa saat dikonfirmasi, Jumat, 1 Juli 2022.

Baca juga: Kejaksaan Buleleng Musnahkan 15 Gram Sabu dan Tembakau Gorila

Pengacara yang tergabung di Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar ini mengatakan, kliennya dinyatakan telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum membeli narkotik jenis metamfetamina atau sabu. 

Sebagaimana dakwaan alternatif pertama jaksa penuntut umum, terdakwa Mahmod Daher dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang - Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotik. 

"Atas putusan majelis hakim, terdakwa menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada penasihat hukumnya. Kami pikir-pikir, jangka waktu selama tujuh hari," jelas Aji Silaban. 

Vonis majelis hakim lebih ringan dari tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum. Sebelumnya jaksa penuntut melayangkan tuntutan pidana penjara selama delapan tahun penjara. 

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa penuntut, terdakwa Mahmod ditangkap di area parkir sebuah villa di Jalan Shri Laksmi, Kuta, Badung, Rabu 12 Januari 2022 pukul 17.30 Wita.

Baca juga: Terlibat Edarkan Sabu dan Ganja, Yogi Diganjar 8 Tahun Penjara dan Dijerat Pasal Berlapis

Awalnya terdakwa hendak mencari hiburan, dan lalu jalan-jalan menuju Pantai Kuta mengendarai sepeda motor. 

Terdakwa keliling dan akhirnya menuju Pantai Kuta. Namun saat melewati Jalan Legian, terdakwa terjebak macet.

Saat itu lah terdakwa didekati oleh seseorang menawarkan sesuatu barang yang dapat membuat stres hilang dan pikiran jadi tenang. 

Mendengar hal itu, terdakwa tertarik. Terdakwa sendiri tengah mengalami tekanan, karena belum bisa pergi ke Malaysia untuk sekolah.

Keinginan terdakwa untuk pergi ke Malaysia belum terwujud lantaran kondisi pandemi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved