Berita Buleleng

PMK di Buleleng Dapat Perhatian Khusus, Banyak Menolak Pemotongan Bersayarat

PMK di Buleleng Dapat Perhatian Khusus Banyak Yang Menolak Pemotongan Bersayarat, Khawatir Hambat G20

Penulis: Ragil Armando | Editor: Harun Ar Rasyid
Ratu Ayu Astri Desiani
Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kemendagri Jenderal Bina Keuangan Daerah, Horas Maurits Panjaitan 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK) yang menyerang ratusan ekor sapi di Buleleng nampaknya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.

Pasalnya, masih banyak sapi yang terserang PMK, yang belum dipotong bersyarat. Hal ini pun dikhawatirkan akan menghambat pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Mengatasi hal tersebut, Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kemendagri Jenderal Bina Keuangan Daerah, Horas Maurits Panjaitan bersama sejumlah tim penanganan PMK terpantau mendatangi Buleleng, pada Selasa 19 Juli 2022. 

Dari kedatangannya itu, Maurits meminta kepada Pemkab Buleleng untuk melakukan pendekatan kepada petani, agar seluruh hewan ternaknya yang mengalami gejala klinis PMK secepatnya dipotong bersyarat.

Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kemendagri Jenderal Bina Keuangan Daerah, Horas Maurits Panjaitan
Direktur Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kemendagri Jenderal Bina Keuangan Daerah, Horas Maurits Panjaitan (Ratu Ayu Astri Desiani)

Maurits pun tidak memungkiri, ada beberapa ekor sapi yang sempat dinyatakan terindikasi terserang PMK kini kondisinya mulai sehat.

Hal ini menjadi salah satu penyebab mengapa para petani enggan hewan ternaknya untuk dipotong bersyarat. Namun Maurits berharap agar petani dapat mengikuti kebijakan pemerintah ini.

Terlebih Kementerian Pertanian telah menyiapkan anggaran melalui APBN untuk pemberian kompensasi, untuk hewan ternak yang dipotong bersyarat. Namun Maurits enggan menyebutkan, nilai atau besaran kompensasi yang akan diberikan, dengan alasan menjadi kewenangan Kementerian Pertanian.

"Petani memang resistensi, karena sapinya tidak lagi menunjukan gelaja PMK. Tapi ini kebijakan pemerintah yang hadir dengan menyiapkan pengganti atau kompensasi yang wajar. Saat ini sedang disiapkan pedomannya. Anggaran sudah ada di APBN. Kalau pedomannya sudah selesai, kompensasi akan segera diberikan," katanya.

Terkait batas waktu yang diberikan kepada Pemkab Buleleng untuk menghabiskan seluruh sapi yang terserang PMK untuk dipotong bersyarat, Maurits mengaku tidak ada. Namun pihaknya berharap pemotongan bersyarat ini tuntas dilakukan secepatnya, agar penularan tidak semakin meluas. "Harus secepatnya karena satu sisi akan ada pelaksanaan G20 agar berjalan lancar. PMK ini juga jangan sampai menghambat pariwisata, karena akan mengganggu perekonomian Bali dan Indonesia," terangnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Made Sumiarta mengatakan, hingga saat ini jumlah sapi yang telah dipotong bersyarat sebanyak 58 ekor. Sementara sisas api yang terserang PMK namun belum dipotong bersyarat sebanyak 210 ekor. Sapi- sapi itu tersebar di Kecamatan Gerokgak.

Beberapa petani diakui Sumiarta, masih menolak untuk dilakukan pemotongan bersyarat. Sebab hingga saat ini belum ada kepastian dari kementerian melalui Surat Keputusan (SK), terkait berapa nilai kompensasi yang akan diberikan. Rencana pemberian kompensasi itu baru disampaikan secara lisan, dengan nilai kisaran Rp 6 juta hingga Rp 8 juta per ekor.

"Berapa kompensasi yang akan diberikan itu belum pasti. Jadi itu yang membuat petani belum mau hewan ternaknya untuk dipotong bersyarat. Kami juga belum berani menyampaikan ke petani berapa nilainya, karena belum ada SK dari pemerintah pusat," terangnya.

Kendati demikian, Sumiarta menyebut pihaknya akan terus melakukan pendekatan, dibantu dengan perbekel, agar para petani bersedia sapinya untuk dipotong bersyarat. "Selain di Pejarakan, sudah ada beberapa petani di desa lain yang menyatakan bersedia. Kami akan bergerak melakukan pendekatan secara kekeluargaan. Mudah-mudahan dalam satu minggu ini bisa kami selesaikan," tandasnya. (rtu)

BERITA LAINNYA

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved