Berita Bali

Pesona Kawasan Tahura Mangrove Ngurah Rai Bali yang Akan Dikunjungi Para Delegasi G20

persiapan pelaksanaan KTT G20, Tahuran Mangrove Bali difungsikan sebagai area drop off dan pick up zone untuk para delegasi KTT G20 di bulan November

Dok. Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo mendatangi hutan mangrove di Provinsi Bali yang dibangun sejak tahun 2003 - Pesona Kawasan Tahura Mangrove Ngurah Rai Bali yang Akan Dikunjungi Para Delegasi G20 

Sebagai hutan raya, Tahura Ngurah Rai pun terbuka bagi aneka kegiatan, termasuk ekowisata.

Saat ini Tahura yang juga dikenal dengan nama Prapat Benoa Suwung itu menjadi salah satu lokasi jalan-jalan bagi warga Denpasar dan sekitarnya.

Sebagai taman hutan, Tahura Mangrove Ngurah Rai cukup memberikan kemudahan bagi orang yang ingin menjelajah ke dalamnya.

Ada jalan panggung sepanjang 1,8 km yang membelah lebatnya mangrove atau bakau.

Adapun lebarnya jalan panggung ini sekitar 2 meter, sehingga memberikan sensasi kenyamanan untuk menikmati keasrian hutan bakau.

Di Tahura ini memiliki 33 jenis mangrove atau bakau.

Adapun jenis bakau yang terbanyak adalah perapat atau pidada putih yang bahasa latinnya Soneratia Alba, dalam bahasa Bali biasa disebut Prapat.

Karena itu Tahura Ngurah Rai disebut Prapat.

Bisa jadi karena Tahura Ngurah Rai disebut juga Prapat Benoa Suwung.

Jenis bakau lain yang ada di Tahura ini ada bakau putih alias Rhizophora Apiculate, lalu Tancang atau Bruguiera Gymnorhyza dan sebagainya.

Sebagian bakau di Tahura ini merupakan hasil rehabilitas dan awalnya digunakan sebagai konservasi semata.

Kemudian kawasan ini dikelola oleh Lembaga dari Jepang, JICA, melalui pengelolaan ini berhasil membangun fasilitas untuk pengunjung atau masyarakat.

Sejak tahun 2010, Tahura ini mulai terbuka untuk kunjungan turis, dan JICA berhenti mengelola kawasan ini sejak 2013 yang kemudian diserahkan kembali pada Tahura Ngurai Rai.

Dan tak hanya keindahan bakau, di Tahura inipun juga terdapat setidaknya 90 jenis spesies burung yang mencari makan dan berkembang biak ada di sini.

Dan menurut penelitian I Ketut Sundra dari Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Udayana, bahwa di Tahura di sini terdapat 13 jenis burung.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved