Berita Badung
Wabah PMK Sempat Dikawatirkan Wisatawan, PHRI Badung Sebut Tak Pengaruhi Manusia
Wabah PMK Sempat Dikawatirkan Wisatawan, PHRI Badung Sebut Tak Pengaruhi Manusia Jika Masak Dengan Benar
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)yang menyerang beberapa hewan di Bali ternyata sedikit mempengaruhi pada kunjungan wisatawan.
Pasalnya ada wisatawan yang khawatir akan bahaya virus PMK tersebut ke Manusia.
Bahkan Menteri Pertanian Australia sempat di desa sejumlah pihak untuk memberlakukan larangan penerbangan dari Indonesia demi mencegah penyebaran wabah PMK.
Pasalnya beberapa pihak menganggap ada potensi menimbulkan kerugian A$80 miliar jika menyebar ke ternak di Australia.

Kendati demikian Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya tak menampik jika ada yang mengkhawatirkan masalah PMK.
Kendati demikian dirinya mengakui tidak berpengaruh pada manusia, tergantung cara masaknya.
"Sebenarnya mereka takut jika daging itu dimakan dan terkontaminasi. Bahkan bisa terkena virusnya," ujar Suryanegara saat dikonfirmasi Kamis 21 Juli 2022.
Dijelaskan sebenarnya, jika dilihat dari pengertiannya daging harus dimasak dengan matang. Hal itu pun bisa menghindari virus apapun.
Selebihnya jika hewan positif PMK juga, harus dilakukan pemotongan bersyarat dengan tidak mengkonsumsi jeroan dan kulitnya.
"Jadi kalau memang takut kan jangan konsumsi dagingnya. Bahkan kita di dunia pariwisata juga menyajikan daging pilihan untuk wisatawan," jelasnya.
Pihaknya meminta agar tidak dibesar-besarkan masalah PMK tersebut, hingga mempengaruhi pariwisata di Bali. Pasalnya setiap orang jika ingin pergi juga akan mandi, dan membersihkan diri. Sehingga virus tidak menempel di dalam tubuh.
"Kita di Bali masih taat protokol kesehatan. Jadi jika ada kasus PMK, hemat saya jangan khawatir yang berlebihan," jelasnya sembari mengatakan jangan membesar-besarkan karena kunjungan kan baru saja mulai mengalami peningkatan.
Lebih lanjut dirinya mengaku, tidak bidangnya jika membahas masalah PMK. Mengingat kementrian pertanian juga sudah melakukan langkah strategis menangani masalah PMK.
"Mungkin PMK itu tidak menyebar melalui manusia. Bahkan banyak upaya sudah dilakukan, mengingat kasus PMK di Bali tidak sama dengan wilayah lain," imbuhnya sembari mengatakan tidak usah khawatir, kalau takut dagingnya, jangan makan dagingnya. Pada intinya jangan makan daging yang masih mentah. (*)