Berita Nasional

Membengkak 27,9 Triliun, Indonesia Diminta Tangung Biaya Pembengkakan Proyek Kereta Cepat oleh China

Pemerintah Indonesia diminta untuk menanggung biaya pembengkakan atas proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung oleh China

Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
Dok. KCIC
60 batang rel kereta cepat asal China dikirimkan ke Depo Kereta Cepat Tegalluar. Pemerintah Indonesia diminta membayar biaya proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung oleh China 

Berharap Bantuan Dana dari APBN

Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo mengatakan, penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung memang terancam terhambat, sehingga penyelesaian proyek diundur.

Didiek mengatakan, penyelesaian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa molor apabila PMN tidak kunjung cair dan menyusul menipisnya kas KCIC hingga September mendatang. 

"Kemarin sudah dalam pembahasan menyeluruh dan akan diberikan support dan ini apalagi enggak jadi 2022 maka berpotensi penyelesaiannya kereta cepat ini akan terhambat juga, karena cast flow KCIC itu akan bertahan sampai September sehingga belum turun maka cost overrun ini Juni 2023 akan terancam mundur," kata Didiek dalam rapat Komisi V DPR.

Baca juga: 135 PSN Selesai dari 2016 Hingga Juni 2022, Kemenko Ekonomi: 11 Juta Orang Diperikan Dapat Pekerjaan

Didiek juga mengatakan, masalah proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini bermula dari kontraktor.

Kemudian, pada 2019 proyek kereta cepat ini terhambat karena pembebasan tanah.

"Ini luar biasa, nah saat itu lah kemudian kita PT KAI diminta untuk masuk, namun baru dengan keluarnya Perpres 93 tahun 2021 kemarin kereta api betul-betul menjadi lead sponsor daripada kereta cepat ini," ujarnya.

Lebih lanjut, Didiek mengatakan, biaya yang dikeluarkan untuk penyelsaian proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini awalnya 6 miliar dollar AS.

Namun, pihaknya menghitung terdapat pembengkakan biaya terdiri dari pembebasan lahan, EPC, relokasi jalur dan biaya lainnya.

"Sejak awal di pembebasan lahan ini antara 100 juta dolar AS sampai 300 juta dolar AS, yang besar juga EPC ini di angka 600 juta dolar AS sampai 1,2 miliar dolar AS, relokasi jalur-jalur kemudian biaya financing cost sendiri," ucap dia.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul China Minta APBN RI Tanggung Bengkak Biaya Kereta Cepat.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved